I’m The Only Multilingual Master a Russian Transfer Girl Student Who Can’t Speak Japanese Can Rely On Chapter 03 Bahasa Indonesia

Now you are reading I’m The Only Multilingual Master a Russian Transfer Girl Student Who Can’t Speak Japanese Can Rely On Bahasa Indonesia Chapter Ch.03 at Kuma Translator.

Episode 3: Gadis cantik di sebelah

 

4 hari yang lalu, Aku menaruh barang bawaanku di kamar, berganti pakaian biasa, dan menuju ke kamar Angie.

Kamar Angie berada di sebelah kamarku, 5 detik berjalan kaki.

Ding-!

Aku menekan bell kamar Angie.

Siapa yang ingin bertemu denganku … Aku tidak tahu siapa orang itu.

Angie juga berbicara banyak bahasa sepertiku, jadi sulit untuk memikirkan mengapa seorang juru bahasa diperlukan.

Berpikir seperti itu, pintu pun terbuka.

Tentu saja Angie keluar, tampak seperti wanita berusia pertengahan 30-an.

Rambut emas pendeknya diikat ke belakang, dan dia mengenakan T-shirt ketat dan celana militer bersamaan seperti seorang tentara.

“Halo Iori! Sudah lama ya!”

Wajah Angie tersenyum ketika dia melihatku. Kefasihannya dalam bahasa Jepang cukup mengesankan.

“Lama tidak bertemu, Angie. Kapan Kau kembali ke Jepang?”

Ekspresiku secara alami santai saat aku menjawab.

Dia selalu membantuku, dan Aku sering bermain dengannya ketika Aku masih kecil.

Baru-baru ini, dia sering bepergian ke luar negeri, jadi aku tidak bisa melihatnya sesering yang aku mau, tapi aku selalu menantikan untuk bertemu dengannya dari waktu ke waktu.

Mungkin aku menganggapnya sebagai sosok ibu.

Sebagian alasannya karena Aku tidak menyukai ibuku sendiri.

“Sekitar siang kemarin. Aku akan melakukan perjalanan bisnis lagi dalam tiga hari.

“Kau sibuk seperti biasanya. Kenapa Kau tidak mengambil cuti?”

“Aku sudah terbiasa. Dan hal seperti itu cocok untukku yang suka bergerak.”

Angie dan aku mengobrol ringan seperti biasa.

Saat itulah Aku menyadari bahwa Aku ada di sana untuk suatu tujuan.

“Ngomong-ngomong, aku dengar ada seseorang yang ingin bertemu denganku?”

Itu sedikit dipaksakan, tapi Aku akan langsung ke intinya.

Aku telah berolahraga di bawah terik matahari selama liburan musim panas, jadi Aku tidak keberatan dengan panasnya waktu itu, tetapi sekarang Aku ingat, Aku cukup penasaran dan tidak sabar dengan seseorang yang ingin bertemu denganku.

Angie menatapku yang mengatakan, ‘Ya, aku tahu,’ dan memutus percakapan.

“Aku …”

Dengan tatapan aneh yang misterius, aku secara naluriah menahan diri dan menunggu kata selanjutnya darinya.

“Aku punya anak!”

“Ahhhh!!!!?”

Tidak tidak Tidak!

Ini tidak seserius yang aku harapkan, tapi itu masih sesuatu yang mengejutkan!? Aku yakin Kau sudah lama menginginkan anak, tapi!

Maksudku, bukankah Kau mengatakan Kau memiliki seseorang yang ingin bertemu denganku?

Oh, maksudmu bayi di perutmu?

Tapi sejauh yang Aku tahu, Angie seharusnya tidak punya suami atau pacar!

……………………………… Mungkin itu milikku?
(TN : Bruh)

Dia telah mengatur pertemuan denganku seperti ini. Bukankah itu berarti anaknya juga milikku? Tidak, tidak, tidak, Aku masih perawan suci.

Tenang!

Bagaimanapun, Aku harus … Aku harus mengkonfirmasi ayahnya.

Pada saat itu Aku setengah gila, tetapi Aku tetap harus bertanya! Kuatlah, aku! Tetap tenang!

“Maaf, Aku cukup bingung. Selamat. Ngomong-ngomong, orang seperti apa yang berkencan denganmu?”

Ekspresiku masih aneh, tapi aku berhasil mengajukan pertanyaan.

Yah, aku juga mengucapkan selamat padanya, jadi dia tidak akan menganggapnya aneh.

“Pacar? Tidak, Aku tidak punya?”

Apa!? Tidak ada pacar atau lainnya!?

Apakah Kau sangat menginginkan bayi sehingga Kau hamil dalam imajinasimu sendiri, nona?

Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa tentang … itu …?

Pada titik ini, Angie mungkin tahu bahwa Aku sedang sakit kepala dan juga menyadari alasannya.

Tapi ini Angie yang kubicarakan.

Dia tidak repot-repot menjelaskan, dia hanya mengakhiri percakapan tanpa penjelasan lebih lanjut.

“Naik saja. Dia ada di dalam ruangan dan aku ingin kau bertemu dengannya.”

Oh tidak, Angie mungkin sudah tidak waras lagi.

“Angie. Kau tidak bisa menganggap boneka sebagai anakmu…”

“Ya, ya! Dia imut seperti boneka! Iori, Kau akan cocok dengannya dalam waktu singkat!”

Jadi Angie membawaku ke kamar. Tanpa pertanyaan lebih lanjut, Aku mengikutinya.

Dia orang Amerika, tapi dia selalu melepas sepatunya di rumah.

Dia pernah berkata dia lebih suka cara ini karena lebih bersih dengan cara ini.

Aku menempatkan sepatuku di kotak sepatu yang disiapkan untuk tujuan itu, dan berjalan melalui lorong ke ruang tamu.

Denah lantai yang luas, langit-langit tinggi, dan lantai kayu yang lebih gelap dari kayu biasanya di Jepang, hampir identik dengan kamarku.

Tidak ada boneka binatang atau poster di ruang tamu yang mungkin terlihat seperti anaknya.

Jika itu masalahnya….

“Lewat sini. Aku mengubah kamar yang tidak digunakan menjadi kamarnya. ”

Angie kemudian memberi isyarat kepadaku ke pintu yang menuju ke ruangan lain.

Aku tidak bisa menahannya.

Kami sudah sejauh ini, Aku harus menerimanya.

Pertanyaannya adalah, apakah Aku harus memperlakukan bonekanya seperti manusia dan mengikuti Angie, atau menghadapi kenyataan?

Oh, Angie mendesakku untuk bergegas.

Ya, baiklah! Nanmu nanmu! (TN: Cara kekanakan dalam mengucap ‘Salam Buddha Amida’.)

Aku berteriak dalam pikiranku dan melihat ke dalam melalui pintu yang dibuka Angie.

Ada…

Sosok seukuran manusia asli yang tampak seperti seorang gadis, dengan wajah terkubur di pangkuannya di tempat tidur.

Celana pendek denim dan T-shirt lengan pendek abu-abu.

Kaki sehat, terbuka..

Rambutnya yang berwarna chestnut memantulkan cahaya dan berkilauan seolah-olah transparan.

Garis tubuhnya seperti gelombang indah lembut dari tengah dan meluas ke dada tubuhnya yang ramping.

Dan saat kami masuk, wajahnya terangkat….

… Tidak, Aku yakin dia adalah gadis tercantik yang pernah ku lihat dalam hidupku.

Aku tidak bisa tidak memperhatikannya.

Dia tampak seperti manusia. Tidak peduli bagaimana Kau melihatnya, dia tampak seperti gadis yang sangat cantik.

Apa aku juga gila?

Dia meletakkan tangannya di bahuku sementara aku membeku karena shock, Angie angkat bicara.

“Dia Christina Kournikova, seumuran denganmu. Dia sangat imut, Aku membawanya kembali dari Rusia!”

‘Tehepero!’ Itu yang dikatakan Angie.

(TN: Tehepero adalah kata yang dibuat-buat dan sering digunakan oleh Hikasa Youku untuk situasi ketika Kau sedikit tergelincir dalam beberapa hal dan dengan nakal tertawa dengan “tehe” dan menjulurkan lidah “pero.” )

Oh begitu.

Ya. Aku bisa memikirkan kemungkinan itu juga….

“Jika dia anak angkat, katakan itu sejak awal!”

Aku melakukan tsukkomi terbesar dalam hidupku di depan gadis tercantik dalam hidupku.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *