I’m The Only Multilingual Master a Russian Transfer Girl Student Who Can’t Speak Japanese Can Rely On Chapter 17 Bahasa Indonesia

Now you are reading I’m The Only Multilingual Master a Russian Transfer Girl Student Who Can’t Speak Japanese Can Rely On Bahasa Indonesia Chapter Ch.17 at Kuma Translator.

Aku Tidak Akan Pernah Memaafkanmu

“Kagami, kau b******n! Apa yang Kau lakukan pada Chris?!”

“Ha?!”

Ledakan kemarahan Sasaki yang tiba-tiba membuatku mengeluarkan suara aneh.

Cheena sangat terkejut sampai dia memelukku. Fuyatsu! {sfx : meletakkan lengan di sekitar tubuh)

Aku pikir ada sesuatu yang lembut menyentuh punggungku.

Tapi apa yang baru saja dikatakan orang ini?

“Apa Kau baru saja … menyalahkanku?”

“Kau adalah orang yang paling dekat dengan Chris ketika dia berteriak. Kau melakukan sesuatu pada Chris, dan untuk menutupinya, Kau menculiknya dan melarikan diri!”

“Tidak, Kau terlalu bodoh …”

Aku terkejut.

Tidak, Aku selalu berpikir dia idiot, tetapi untuk menjadi se idiot ini….ini diluar dugaanku. Aku sangat kagum dengan “kepintarannya”.

“Hei Sasaki-kun, tenanglah! Seperti yang kukatakan sebelumnya, Cheena tersengat ubur-ubur! Kau bisa melihat tanda di pergelangan kakinya itu di-”

“Itu pasti menabrak batu ketika Kagami membawanya dengan kasar! Tidak mungkin Kau dapat berenang dengan cepat jika Kau menggendongnya dengan hati-hati!”

Akimoto mencoba untuk menenangkan, tetapi Sasaki yang bersemangat menendangnya dengan argumen yang keras.

Bahkan mereka yang berada di belakang tampaknya curiga terhadap Sasaki kali ini.

Beberapa dari mereka berbisik sambil menunjuk Sasaki, dan kemungkinan kali ini dewi fortuna dipihak kami.

Bisakah Kau membujuk pria seperti ini? bahkan jika dia tahu yang sebenarnya, aku tidak berpikir dia akan meminta maaf atas kesalahannya.

“Kau tahu, Sasaki, Akimoto yang paling dekat dengannya saat itu, jadi jika ada sesuatu yang aneh, dia akan menyadarinya, kan?”

“Jika Kau menyelam, Kau bisa bersembunyi dan mendekat! Bahkan jika itu benar-benar ubur-ubur, itu karena Kau tidak hati-hati di dekatnya!”

“Cara terbaik untuk menangani ubur-ubur adalah dengan tidak pergi ke laut selama masa-masa berbahaya. Apakah Kau benar-benar akan mengatakan itu, mengingat fakta bahwa Kau yang mengundang mereka?”

“Aku tidak peduli! Kau punya rekor untuk memulai masalah! Kau selalu… selalu main-main dengan Shiori!”

Ini adalah comeback terbaik yang bisa dia berikan ya.

Bagaimana bisa pria ini memanggil seorang gadis dengan nama depannya padahal dia bukan pacarnya?

Seperti biasa, Soji tidak membelaku, dan Akimoto didorong.

Para tamu di sekitar kami tampaknya telah pergi jauh untuk menghindari pertengkaran anak-anak, dan sebelum kami menyadarinya, kami adalah satu-satunya yang ada di sekitar sini.

Tidak heran melihat orang-orang pergi dari sini.

“Aku selalu berpikir itu salah sejak awal. Aku tidak bisa mempercayakan Chris padamu, yang biasanya menyulitkan Shiori!”

Sasaki terus mengoceh.

Sasaki sepertinya memanas, dan dia mengambil satu langkah lebih dekat ke arahku, wajahnya memerah saat dia mengoceh terus menerus.

Aku menatapnya saat aku berlutut di samping Cheena.

Aku juga menemukan bahwa mataku melihat Sasaki menjadi semakin dingin.

Komentar orang ini mulai tidak terdengar.

Ocehan Sasaki membuatk mengalami transformasi alkimia, dan Aku secara bertahap berubah menjadi bubuk mesiu.
[TN : Bubuk Mesiu = Peluru = Pistol = Ledakan = Marah]

Dan ada lebih banyak lagi orang bodoh yang menari diatas semua api ini.

“Ya, ya… Itu benar, itu benar! Kagami itu jahat!”

“Ya! Jika Kau tidak bisa bersikap baik kepada Shiori, bagaimana Kau bisa bersikap baik kepada orang lain!”

Ya, itu adalah omong kosong dari penjaga dan klub penggemar Shiori.

Seolah-olah merekalah yang pantas mendapatkan keadilan.

Tapi aku bisa melihatnya di mata mereka.

Mereka tahu apa yang mereka lakukan dan Aku tidak bersalah dalam hal ini.

Mereka tahu…mereka tahu, dan mereka memanfaatkan tuduhan Sasaki hanya untuk menjeratku.

Pikiranku menjadi kosong.

Aku pikir Aku sudah terbiasa dengan tuduhan palsu.

Aku pikir Aku bisa mengatasinya.

Bahwa itu tidak akan terlalu sulit karena Aku memiliki begitu banyak teman di luar sekolah yang Aku sayangi.

Ketika Aku tidak mengatakan apa-apa, mereka pikir Aku kalah argument dan kehabisan kata-kata, jadi mereka terus-terusan menginjak pedal gas mereka.

“Semuanya tenang! Tolong!”

“Tidak enak dilihat.”

Akimoto mati-matian mencoba mengendalikan massa, dan akhirnya tidak bisa tahan lagi, Soji mulai mendukungnya.

Tak satu pun dari suara-suara itu akan mencapaiku.

Ah, aku ingin memukulnya.

I want to beat the SHIT of him.

B******n! B******n!

Betapa mudahnya jika Aku bisa menyelesaikan ini dengan kekerasan.

Tapi itu tidak akan berhasil.

Jika Kau melakukannya, Kau hanya memberi mereka makan.
[TN : Tontonan]

Tahan…Tahan…Tahan

Tapi Sasaki, tidak menyadari usahaku, akhirnya mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak dia katakan.

“Aku akan mendukung Chris mulai sekarang! Jangan pernah mendekati Chris lagi!”

Oh, sial… maafkan aku, Ayah.

Aku harus menghapus kejahatan di depanku.

Aku akan memukulinya dengan sangat keras sehingga dia tidak akan mengenali wajahnya, dan Aku akan terus melakukannya bahkan setelah dia menangis dan meminta maaf.

Itulah yang kupikirkan, dan Aku mencoba untuk berdiri…

Pada saat itu.

“Berhenti!!!”

Jeritan itu bergema, dan semua keributan berhenti.

Aku menghentikan momentumku untuk berdiri, dan melihat ke arah orang yang meninggikan suaranya.

Orang itu sangat dekat denganku.

Berdiri di atas kakinya yang sakit, tangannya mengepal dan matanya melotot, itu adalah Cheena.

“Cheena?”

Aku tidak bisa mempercayainya.

Cheena yang pemalu, Cheena yang pendiam, Cheena yang tidak mengerti bahasa Jepang, Cheena yang tidak pandai berbicara, menghadapi massa.

Keheningan datang.

“Oh, hai Chris, kenapa Kau tidak-”

Sasaki memecahkannya, dan dalam sekejap, wajahnya berubah menjadi melihat akhir dunia.

Mereka menyalahkanku, Kagami, karena Chris, mereka marah karena Chris, tapi kenapa Chris melawan mereka sekarang?

“Yori tidak jahat!”

Ketika dia mendengar kata-kata ini dan melihat ekspresinya, bahkan Sasaki sepertinya sudah menebaknya.

Aku tahu bahwa dia “menyangkal Sasaki” untuk melindungiku.

“Yori tidak jahat!”

“Itu… kenapa…”

Sasaki jatuh berlutut dengan putus asa.

“Mengapa mengapa mengapa? aku… Chris-chan, maafkan aku, jangan membenciku…”

Aku sudah tahu bahwa Aku salah. Tapi tetap saja, kata-kata ini keluar dari mulutku… Begitulah yang kulihat dari ekspresi nya.

“Yori… tidak jahat.”

Kau dapat memberi tahuku berulang kali bahwa itu bukan salahku.

Aku tidak punya cukup kata untuk mengungkapkan apa yang ingin kusampaikan.

Aku dituduh secara tidak adil, tetapi Aku tidak berdaya untuk membantu.

Mungkin karena frustrasi ini, beberapa air mata mengalir dari matanya.

Tetap saja, dia berhasil merangkai beberapa kata yang dia tahu dan membelaku.

Pemandangan itu bertepatan dengan sebuah adegan.

“Hentikan, Ibu! Itu bukan salah Iori!”

Cara ayahku menghadapi ibuku di masa kecilku.

Oh, kapan terakhir kali aku dibela seperti ini? Dengan kehangatan dan ketulusan.

Orang-orang di sekitarku juga terkejut… Akhirnya, tidak ada yang tersisa untuk mengatakan sepatah kata pun.

Cheena tidak tahan lagi dan meringkuk di tempatnya, menutupi wajahnya saat dia melanjutkan dengan lemah, “Yori tidak … Yori tidak …”

Aku yakin dia tidak mengerti apa yang kami bicarakan.

Kupikir satu-satunya hal yang bisa Cheena mengerti adalah bahwa Aku disalahkan atas sesuatu yang sedang terjadi… karena mereka membuat keributan tanpa berpikir.

Apa-apaan yang kulakukan dilindungi oleh seorang anak yang seharusnya kulindungi?

Tanpa sadar aku meletakkan tanganku di kepala Cheena.

Meskipun basah dari laut, Aku dapat melihat bahwa rambutnya rapi dan halus. Lalu, Cheena membenamkan wajahnya di dadaku.

Kau membuatku takut … Terima kasih.

Tidak masalah. Kata-kata Cheena menjangkau jauh lebih banyak daripada kata-kataku.

Kemudian Aku mendongak dan menatap orang-orang yang menuduhku.

Mungkin tatapan paling epik yang pernah kubuat dalam hidupku.

Mereka mundur beberapa langkah.

Lalu aku melepaskan Cheena, berdiri, dan mendekati Sasaki.

Aku berlutut, meraih bahunya, dan menatap matanya.

“Kau sama sekali tidak peduli dengan Cheena, kan? Kau benar-benar b******n! Jika Kau terus mengarahkan lagi inferioritas mu di Cheena…. Akan kupastikan Kau hancur di tanganku!”

“Ee, eep!”

Sasaki jatuh di pantatnya dan tidak bisa bergerak karena takut.

Sesuatu yang berbeda dari air laut tampak menyebar di kakinya.

Kali ini, Aku mengalihkan perhatianku ke anti … orang-orang yang ikut bertanggung jawab atas air mata Cheena dan menyerang dengan marah.

“Jika kalian membenciku karena tidak bersikap baik pada Shiori–”

Suaraku terdengar begitu berat dan tenang, seperti gravitasi yang kuat, sehingga aku merasa takut bahkan untuk diriku sendiri.

Aku tidak akan pernah memaafkan kalian karena membuat Cheena menangis.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *