Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 08 Bahasa Indonesia

Now you are reading Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Bahasa Indonesia Chapter 08 at Kuma Translator.

CLICK x UNIFORM

 

Ketika Aku pulang hari itu, Aku melihat Haruka di ruang tamu.

Hahhhhhhh…

“Ah. Hiromichi-kun. Maaf menggangu.”
“Haruka! kenapa kau di sini…?”

Pikiranku mulai panik dalam sekejap.

Apa yang terjadi?

Bagaimana dia tahu di mana Aku tinggal?

Berbagai macam pertanyaan mulai berputar dalam otak ku, membuatku merasa sedikit pusing.

A-apa yang harus Aku lakukan?

Haruskah Aku menawarkan secangkir teh atau sesuatu?

Tunggu…

TIDAK!

Tidak mungkin… apakah dia mengetahui tentang hubunganku dengan Shigure ?!

. . .

eh? Shigure?

Tunggu sebentar!

Aku menatapnya dan dia mulai mencibir dan tertawa sembarangan.

“Ha ha! Hahahahahaha! Ada apa dengan ekspresi itu, Onii-san!”
“Sial! Aku seharusnya tahu… itu kau, Shigure! ”
“Jelas! Aku adalah adik perempuanmu yang lucu, Shigure. Onii-san akan bereaksi seperi yang kuharapkan. Onii~san adalah seorang pelawak yang lahir dengan alami. ”
“Oh, ya Tuhan …”

Aku hanya bisa bersandar di tembok dengan membuat tubuhku rileks.

Aku tidak mengenalinya karena dia mengenakan seragam Seiun.

Hah? Tunggu sebentar…

Tidak, maksudku…

“Kenapa kau memakai seragam itu? Apakah kau membelinya? ”
“Apa menurutmu aku mampu membelinya?”
“Lalu dimana kau mendapatkannya?”
“Aku meminjamnya dari Nee ~ chan selama sehari. Aku ingin mencoba seragam Seiun.”

Shigure menjawab dengan membuat dadanya yang indah dalam posisi yang menggoda.

Pantatnya juga terlihat lebih besar dari biasanya, mungkin karena dia memakai kemeja.

“Dan aku juga ingin melihat reaksi Onii-san.”

Dia tertawa.

“… Dan sepertinya kamu mendapatkan apa yang kau inginkan bukan sialan.”
“Ha ha. Jangan terlalu marah. Kamu menyukainya, bukan?”

Tidak. Tidak pernah. Aku sangat tidak setuju.

“Dan apa sebenarnya maksudmu?”
“Aku adalah saudara kembar dari pacarmu yang memiliki wajah, tubuh, dan bahkan gaya rambut yang sama. Dan sekarang aku memakai pakaian Nee~san di rumah ini, itu membuatmu senang, kan? ”
“Itu tidak mungkin. Kalian berdua berbeda seperti siang dan malam.”
“HI RO MI CHI KUN. H . O . L . D . M . E ? ”
“A A-!!!”
“Apa…! Jangan mendekat dengan wajah menakutkan itu! Aku takut. Menakutkan! Apa yang akan Kamu lakukan dengan pensil 2B itu? Maaf, tak akan kulakukan lagi!”

*sigh* Apa yang harus kulakukan denganmu, adik kecilku?

Aku secara impulsif meletakkan pensil 2B yang kupegang ke atas meja.

“Itu menakutkan. Itu hanya lelucon, jadi tolong jangan terlalu serius. Kamu adalah tipe orang yang tidak paham dengan humor receh.”
“Kaulah yang tidak memiliki selera humor.”
“Onii-san, kamu jahat.”
“Pergi dan ganti pakaianmu. Di dalam terlalu panas. Kita tidak punya AC, Kau tahu kan?”
“Aku tidak ingin ganti. Biarkan aku menikmatinya sedikit lagi. Oh, ya, Aku harus mengambil beberapa foto.”

Dia mengambil smartphone-nya dan membuat pose aneh.

Mengapa para gadis sangat suka mengambil foto narsis? Hanya untuk mempostingnya di internet?

Aku bahkan tidak pernah berpikir untuk membagi fotoku ke dunia maya.

“Hmmm, ini tidak bagus… Onii-san, jadilah fotografer.”
“Dan mengapa Aku harus melakukan itu?”
“Dengan selfie, Kamu hanya bisa mengambil foto dari sudut dan pose tertentu. Jika Kamu mengambil beberapa fotoku, Aku akan mengganti pakaianku. Jika tidak, Aku akan mengenakan ini sepanjang hari. Aku akan berada di rumah, jadi Aku akan lebih santai dengan pakaian ini.”

Shigure dengan sengaja melonggarkan dasi seragamnya sambil menatapku dengan matanya.

Aku bisa melihat tulang selangka dari lehernya yang terbuka lebar.

S**t! Aku tidak punya pilihan.

“… Baiklah. Berikan ponselmu.”
“Yay, ambil fotoku yang lucu. Tunggu sebentar. ”

Shigure melepas kaus kakinya dan bertelanjang kaki.

“Kenapa kau melepas kaus kakimu?”
“Hmm? Aku pikir akan lebih baik jika mengambil foto nakalku. Aku ingin terlihat seperti gadis yang pulang ke rumah setelah sekolah. Aku ingin mendapat perasaan di mana Kau bisa mendorongnya tiap saat dan mendapatkan suasana yang cocok. Ini akan sangat lucu.”

Ehh…

… Itu akan bagus. Aku tidak bisa menolaknya.

Ups… lidahku hampir mengatakan sesuatu yang tak pentig.

Untung tak kukatakan atau dia pasti akan mengejekku.

Dia mengenakan seragam Haruka dan jika aku jatuh dalam tipuannya, itu pasti akan mengerikan.

Ini masalah hidup dan mati.

Untuk membuatnya berubah, mari kita foto dia dengan cepat dan buat dia puas.

“Beri tahu Aku jika Kamu ingin memfoto.”
“Ya, sudah siap.”

Jadi, Aku mengambil fotonya dengan smartphone, dalam berbagai pose, dengan ruang tamu sebagai latar belakang. Seperti yang dia minta.

Aku mengambil fotonya duduk di atas tatami sambil bermain dengan jari-jari kakinya yang telanjang. Fotonya sedang membaca buku catatan di atas meja

menggosok pensil mekanik ke bibir bawahnya.

Kemudian foto-foto saat dia berbaring di atas tatami dan menatap kamera dengan mata yang tamak.

Aku menyesuaikan sudut dan jarak kamera sambil menanggapi perintah Shigure saat dia bersiap dengan posenya.

Itu ide yang bagus.

Ini sangat berlebihan.

“Aku ingin Kamu mengambil foto saat Aku sedang berbaring. Aku akan ganti nanti, jadi tolong lakukan lagi.”
“…”

Apa yang harus ku lakukan?

Ini jauh lebih menarik dari yang ku bayangkan.

Tidak peduli seberapa banyak aku mengatakan pada diriku sendiri bahwa dia adalah Shigure, di mataku, dia terlihat seperti Haruka karena seragamnya.

Haruka datang ke kamarku untuk menunjukkan betapa cerobohnya dia, dengan ekspresi polos.

Jantungku mulai berdetak kencang memikirkan itu.

Ya Tuhan…

Kendalikan dirimu! Aku tidak bisa membiarkan jalang ini mengetahui bahwa Aku benar-benar menikmatinya.

Aku harus menyembunyikannya dengan segala cara.

Aku mati-matian berusaha menyembunyikan ekspresi ku dan mulai memfotonya.

Begitulah cara Aku melewati sesi foto ini.

Aku menyerahkan telepon ke Shigure dan membiarkan dia memeriksa foto-fotonya.

“… Apakah kamu senang sekarang?”
“Hehe. Kamu cukup hebat dalam hal ini, Onii-san. Sudut ini, lihat. Kontras antara cahaya dan bayangan cukup bagus. Kamu berbakat dalam mengambil angle rendah.”
“Aku tidak membutuhkan bakat khusus seperti itu.”
“Tetapi sekarang setelah Aku melihat foto-foto ku, Aku dapat melihat bahwa kami para saudari sangat mirip. Bukan hanya wajah, tapi juga bentuk dada dan bokong kita yang sedikit ke atas. Ini mengejutkan.”
“… Jaga lidahmu.”

*sigh* Aku tidak ingin dia mengucapkan kata-kata seperti “dada” dan “pantat”.

Itu membuatku merasa sangat tidak nyaman.

“Sekarang kita sudah selesai dengan ini. Cepat pergi dan ganti baju.”
“Iya. Aku harus segera bersiap untuk makan malam. Bukan ide yang baik untuk mengotori pakaian saat memasak, lho.”

Akhirnya, Shigure merasa puas.

Tapi…

“Tapi sebelum itu, aku harus membayar Onii-san.”
“Hah? membayar…”
“Ah ~”

Saat itulah Aku tidak tahu apa yang akan terjadi.

Shigure mendorongku dari kursiku di atas tatami dan duduk di atasku.

“Eh… Ap—?”

Aku terlalu bingung untuk berbicara.

Dia mulai membelai dadaku dengan tangannya sambil menunjukkan senyum iblisnya yang biasa.

“… Fufu. Aku sangat senang. Apa yang Kamu katakan sebelumnya, ‘kita saudara perempuan berbeda seperti siang dan malam’. Kamu tidak akan bisa lolos dengan itu dengan mudah. Ara ~ Lucunya. ”
“Y-ya… jadi apa?”
“Bohong ~”

Dia mendekatkan wajahnya dan meniup telingaku.

Rambutnya dengan lembut menyentuh pipiku.

Seluruh tubuhku gemetar karena rangsangan ekstrim ini.

Setelah melihatku menggigil secara menyedihkan, dia tersenyum lebih intens.

“Kamu menggigil… bukankah itu mengasyikkan?”
“Ugh…”

Dia menggaruk dadaku dengan kukunya.

“Anak nakal. Aku bukan pacarmu, aku hanya orang dengan DNA yang sama, tapi kenapa kamu begitu gugup? Aha, wajahmu merah. Sekarang katakan padaku … di mana Onii-san yang keren itu, yang mengatakan dia akan menerimaku dan menunjukkan betapa hebatnya dia? … Sungguh memalukan bahwa Nee ~ san tidak di sini untuk melihat sisi menyedihkanmu ini. ”
“Apa-apaan ini? Aku hanya terkejut karena Kamu mendorongku entah dari mana. Berhenti menggodaku dan menjauhlah dariku… ini tidaklah lucu.”

Aku membalas dengan melototinya dengan keberanian penuh. Shigure menjulurkan lidahnya yang memikat dan mengangkat wajahnya.

“Maafkan Aku. Aku mengerti. Kami kembar. Mau tidak mau Onii~san jadi gugup dengan penampilanku, yang memiliki wajah dan tubuh yang sama dengan pacarmu. Itu bukan salahmu, Onii-san. Kamu tidak salah. Kamu hanya melihat pacar Kamu melalui Aku bukan?. Kamu adalah orang baik yang tidak suka permainan seperti ini. Kamu tidak memiliki perasaan untukku kan~?”
“Tentu saja. Hati ini hanya milik Haruka!”
“Kamu tahu, meskipun kita adalah saudara kembar, aku benar-benar orang yang berbeda. Jadi ~ Aku bisa melakukan hal-hal untukmu yang tidak akan pernah dilakukan oleh Nee~san yang pemalu Kamu tahu?”
“Apa–”

Tepat saat aku ingin bertanya…

Shigure bergerak ke atas dan mencubit ujung roknya.

Kemudian dia mulai mengangkat roknya.

“Untuk membalas budi, Aku akan menunjukkan pakaian dalam favorit pacarmu.”
“Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak! Tunggu, tidak, tidak, tidak, tidak!”

Sungguh! Gadis ini sangat gila.

Aku berseru dan mencoba melarikan diri dengan mundur, tetapi dengan bunyi gedebuk, tubuhku menabrak dinding dan Aku kehilangan satu-satunya rute pelarian.

Sial, rumah ini terlalu kecil! Tidak ada cara untuk melarikan diri!

Sementara itu, Shigure perlahan mengangkat roknya.

“Kamu gila? Apakah kamu tidak malu? ”
“Tentu saja. Tapi… itu hanya untuk hari ini. Aku ingin berterima kasih, Onii-san.”
“Ya Tuhan, gadis-gadis tidak seharusnya melakukan itu! Kamu harus lebih menjaga dirimu sendiri!”
“Aku menjaga diri sendiri. Aku siap jika itu kamu, Onii-san. ”
“Tidak, tidak, Aku tidak! Maksudku, aku akan memaafkanmu jika kamu bersikap baik dan pergi sekarang.”
“Ei—”
“Pyaaaaaaah!”

Roknya terangkat dengan rengekan.

Aku memejamkan mata dan memalingkan kepalaku agar tidak melihatnya.

Aku tidak percaya gadis ini, ini luar biasa. Serius, dia baru saja mengangkatnya tanpa berpikir dua kali!

Aku tidak tahu betapa menyenangkannya menggodaku, tapi dia tidak boleh sampai sejauh ini, bukan?

Bagaimanapun, aku hanya harus menutup mata dan mendorongnya untuk keluar dari sini.

“Huu ~ aku bercanda. Aku memakai bloomer di bawahnya.”

Apa?

“Ha ha ha. Apa katamu, Onii-san?… Awwww!… Kepalamu menoleh seperti burung hantu! Haha, Kamu tidak perlu membuang mukamu. gadis itu sendiri bilang bahwa dia akan menunjukkannya padamu. Namun, Kamu menyangkalnya. Kamu terlalu manis, Onii-san.”
“…!”

Sungguh orang yang jahat!

Dan dari segalanya, dia adalah saudara kembar Haruka!

Ini luar biasa.

Kali ini dia melewati batas.

Sebagai kekasih Haruka dan kakaknya, Aku harus mengajari dia sopan santun.

Aku menatapnya sambil memprotes dengan keras.

“Cukup, Shigure! Hanya karena aku saudaramu bukan berarti kamu bisa— ”

Hah? Dimana bloomer itu?

“!?!?!?!?!?!?!?!?!?”

Eh, tunggu, tunggu.

apa maksudnya?

Bagaimana apanya?

Ini terlihat seperti celana dalam, tidak, itu pasti celana dalam! Aku belum pernah melihat pakaian dalam wanita sebelumnya. Itu kain merah muda yang lembut! Seperti yang ada di manga.

Aku bisa melihat celana dalamnya !!!

Semua detailnya terlihat!

“Rok Nee~san cukup pendek. Itu sebabnya dia memakai bloomer di dalam sehingga tidak ada yang bisa melihatnya. Kamu pacarnya, tapi tidak tahu itu? Atau apakah kamu tidak punya nyali untuk mencari tahu?”
“Tidak tidak Tidak! BLOOMER. Whoa! ”
“Hmm? Onii-san, Ada apa dengan reaksi berlebihan itu? Mungkinkah bloomer ini terlalu merangsang bagimu? Aha,kamu adalah monyet yang mesum! Aku akan menunjukkan sebanyak yang Kamu inginkan. Lihat di sini, hehe.”

Tidak itu tidak benar!

Maksudku, Shigure apakah kau tahu bahwa kau tak menggunakan bloomer?

Oh, tolong jangan goyangkan pinggulmu seperti itu demi Tuhan.

Garis, bentuk V.

…Sial!!
Ini buruk.

Aku harus segera memberitahunya, bahwa——

“Pa, Pan—, Pann”

Ya Tuhan, Aku tidak bisa berkata

S**t! bagaimana Aku bisa memberi tahu si bodoh ini apa yang terjadi?

Aku punya ide!

Aku mengambil ponsel dari saku dan mengambil fotonya.

Dan hanya membaliknya dan menyodorkannya ke wajahnya.

“Betapa memalukan. Kamu bahkan mengambil fotonya, Onii-san. Apakah Kamu sangat menyukai bloomerku? Kamu tidak bisa menahannya. Kamu dapat mebgambil foto sebanyak mungkin seperti yang Kamu inginkan karena adik kecilmu ini sangat ummm…! ”

Dia mendekat ke smartphoneku, dan menatap fotonya, “… ous?”

Setelah memikirkan sesuatu, dia mengusap matanya dan melihat gambar itu lagi.

“Ju ————— !?”

Dia menjerit tanpa suara. Wajahnya menjadi benar-benar merah seolah-olah dia akan terbakar.

Shigure merebut telepon dariku dengan panik dan melarikan diri ke tepi ruangan dengan seperti tikus.

Setelah bermain-main dengan telepon, dan mungkin menghapus gambarnya, dia bertanya dengan takut.

“Um… Apakah kamu melihatnya?”
“Kamu tidak akan percaya padaku bahkan jika aku berbohong. Ya, semuanya, jelas.”
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

Shigure berteriak.

Dia berjongkok di tempat dengan kepala di pelukannya.

Kemudian dia kembali ke kamarnya dengan gerakan seperti ulat

“Kenapa kenapa? Kenapa Aku tidak memakai bloomer di dalam? Tidak, ini aneh. Karena aku meminjamnya dari Nee~san, itu benar-benar konyol… panas di dalam rumah saat aku pulang… dan aku sedang terburu-buru. Aku banyak berkeringat dan merasa tidak nyaman, jadi Aku melepasnya. Oh… ”

Aku bisa mendengar suara gumaman dan dentuman dari ruangan lain.

Dia malu karena dia menunjukkan celana dalamnya di depanku.

Akhirnya, Shigure tidak keluar dari kamarnya hari itu.

“Mereka bilang takdir akan menyusulmu”. Itulah cara Tuhan menghukumnya.”

Itu hukumannya karena mencoba menguji cintaku pada Haruka.

… Jadi, Kamu juga memiliki konsep rasa malu.

Itu adalah kejutan terbesar bagiku sebagai seorang kakak.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *