Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 11 Bahasa Indonesia

Now you are reading Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Bahasa Indonesia Chapter 11 at Kuma Translator.

LOVE x BIAS

 

“Ta-da! lihat, Hiromichi-kun!”

Ini awal bulan Juni, dan Aku baru saja menerima hasil ujian tengah semester.

Saat makan siang, Haruka memanggilku ke kaftaria dan dengan bangga menunjukkan lembar jawabannya begitu sampai di meja.

Skor biasanya sekitar 80 di atas dan 50 di bawah. Skor rata-rata mungkin 70.

“Aku mendapatkan nilai tertinggiku dalam ujian tengah semester ini. Itu semua berkat pelajaran sepulang sekolah Hiromichi-kun!”

Haruka berterima kasih padaku dengan senyum lebar di wajahnya.

Metode belajarku yang buruk sangat cocok untuk Haruka, dan itu memberinya hasil yang terbaik.

Dia saudara kembarnya Shigure, jadi yang terbaik adalah percaya bahwa otaknya jauh lebih baik daripada otakku.

“Aku senang dengan minimnya kemampuanku bisa membantumu.”
“Hari ini adalah pesta kemenangan. Ini akan menjadi traktiranku. Katakan saja apa yang ingin kamu makan. Aku akan membelikannya.”
“Tidak perlu berterima kasih padaku. Aku sangat senang bisa belajar denganmu.”

Itu kebenaran.

Aku selalu ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan pacar tercintaku.

Jadi itu sudah sepadan.

Aku bilang begitu, tapi Haruka tidak setuju.

“Aku juga bersenang-senang, tapi aku juga mendapat nilai bagus.Jadi, bisakah Kamu setidaknya membiarkan Aku membalasmu. Selain itu, jika Kamu terus melakukan sesuatu untuk ku, Aku tidak akan dapat … Aku tidak akan dapat meminta bantuanmu lain kali.”
“Yah kau benar.”

Aku ingin Haruka mengandalkanku sepanjang semester berikutnya dan dua semester berikutnya.

Atau lebih tepatnya, Aku ingin dia mengandalkanku selama sisa hidupnya.

Jadi Aku tidak punya pilihan selain menerima traktiran Haruka.

“Baiklah, aku akan mengambil dua Yakisoba pan dan dua Genkotsu Menchi.” *
[TN: Genkotsu Menchi atau daging giling goreng]

“Yeesssir! Haruka, akan memenuhi tugasnya!”

Haruka memberi hormat yang lucu dan menuju ke kafetaria sekolah.

Imut.

Aku merasa senang hanya melihat sosoknya yang bertingkah seperti itu.

Sebuah berkah… Haruka mentraktirku makanan.

Gadis secantik itu mencoba melakukan sesuatu untukku, itu membuatku bahagia.

Itu mengagumkan. Aku senang Aku masih hidup.

“Ada apa dengan wajah bodoh itu?”
“Uwaaaa?”

Begitu aku mendengar suara Haruka, aku berbalik karena terkejut.

Di sana, Shigure, yang terlihat sama dengan Haruka, tapi mengenakan seragam berbeda, berdiri dengan nampan berisi makanan di kedua tangannya.

“Tch… Shigure!?”
“Ap—? Perlakuanmua sangat kasar terhadap adik perempuanmu yang imut ini.”

Aku tidak yakin apakah itu karena kafetaria yang sibuk atau hal lainnya, tetapi Shigure memperkenalkan dirinya sebagai adik perempuanku tanpa menyembunyikannya.

Kemudian matanya yang besar melihat lembar jawaban di atas meja.

“Itu? Apakah ini lembar jawaban Nee~chan? ”
“Ya.”
“Hou ~. Dia selalu benci belajar, tapi sekarang dia mendapat nilai yang cukup tinggi.”
“Aku pernah mendengar bahwa dia biasanya di ambang kegagalan, tapi kali ini dia belajar dengan sangat giat. Bersamaku.”
“Oh -Jika ingin belajar bahasa negara lain, dirimu harus punya pacar di sana-. Ngomong-ngomong, di mana pemilik lembar jawaban ini?”
“Dia bilang dia akan membelikanku makanan sebagai ucapan terima kasih karena telah mengajarinya untuk ujian tengah semester, jadi dia ada di sana.”

Aku menunjuk ke Haruka saat dia berjuang dengan kerumunan orang di konter.

Shigure mendesah dengan berlebihan.

|Senang rasanya menjadi seoran moocher*, merampas uang pacarmu tepat setelah mulai berkencan.”
[TN: ?, ? ? = pria yang secara finansial bergantung pada wanita]
“OOi. Itu upahku setelah membantunya belajar.”
“Yah, itu mungkin saja terjadi karena pasanganmu adalah Nee~chan. Baiklah, lebih baik aku pergi secepat mungkin.”
“Apa? Mengapa?”
“Bukan ide yang baik untuk bertemu Nee ~ chan saat kita bersama. Akan berakibat fatal jika lidahmu tergelincir.”
“Aku tidak sebodoh itu. Mengapa Kamu tidak makan siang dengan kami? Aku yakin Haruka akan senang.”
“Sulit untuk menahan keinginan untuk bermain denganmu karena wajahmu yang bodoh itu.”
“Pergi sekarang juga, Shoo-Shoo.”

Reputasiku sebagai pacar tidak baik dipermainkan oleh adiknya di hadapannya.

Jadi, Aku mengusirnya dengan tanganku.

Tapi Aku agak terlambat.

“Ah! Shigure! Ya-ho!”
“Aku ketahuan…”

Haruka kembali dengan makan siangnya, jauh lebih cepat dari yang kami duga.

Haruka kembali ke meja dan menempatkan pesanan di depanku.

“Ini dia, dua Yakisoba dan dua Genkotsu.”
“Oh terima kasih.”
“Shigure, apakah kamu akan makan siang?”
“Iya.Aku melihat Hiromichi-san duduk di meja untuk empat orang sendirian, jadi aku bertanya padanya apakah aku boleh makan bersamanya, karena aku tidak punya teman.”

Jadi itu alasannya.

“Seperti itu. Karena ternyata dia tidak sendiri dan Aku tidak ingin mengganggu kalian, jadi Aku akan mencari tempat lain.”

Shigure berkata seperti itu dan mencoba pergi.

Tapi, Haruka menahannya.

“Eh. Tidak. Ayo makan bersama, Shigure.”
“Maaf, tapi Aku akan menolaknya. Aku tidak ingin menjadi orang ketiga.”
“Tapi meja lainnya sudah penuh.”
“…”

Aku melihat sekeliling kafetaria dan ternyata lebih ramai dari sebelumnya, dan semua kursi sudah terisi kecuali meja kami.

Ketika Aku berbicara dengan Shigure beberapa menit yang lalu, masih ada ruang yang tersisa. Dari mana orang-orang ini berasal dengan waktu yang tepat?

Aku sangat ingin dia makan bersama kita. Dan dia sudah membeli makanan kelas A.

“Hiromichi-kun. Apakah kamu keberatan jika dia makan dengan kita?”
“Sama sekali tidak. Aku tidak keberatan. Sini, duduklah Shigure.”
“Lihat, dia tidak keberatan. Sekarang maukah kamu tetap di sini? ”
“Oke… terima kasih telah menerimaku di sini…”

Setelah mengakui kekalahannya, dia duduk di sebelah Haruka dan secara diagonal tepat di depanku.

Setelah itu dia menatapku.

**Eye Communication**
Shigure: Mengapa Kamu tidak menolak?
Hiromichi: Aku tidak mau. Tidak ada kursi lain. Aku tidak berpikiran sempit, Kau tahu.
Shigure: Kamu bisa berkata, “Aku ingin menikmati waktuku bersamamu.” orang tidak berguna… tch.
Hiromichi: Haruka tidak akan senang dengan itu.
Shigure: Aku mmm… Yah, itu mungkin benar, tapi…

Seolah tidak ada komplain lagi, Shigure tidak menyalahkanku atas keputusanku lebih jauh lagi.

Dia kembaran-nya Haruka, jadi kurasa dia lebih mengerti dia dariku.

**Eye Communication**
Hiromichi: Demi Tuhan,Tolong jangan menggodaku di depan Haruka. Aku harus menjaga martabatku sebagai pacarnya.
Shigure: Aku tahu. Meskipun Aku tidak peduli dengan martabatmu, Aku tidak ingin membuatnya merasa tidak nyaman. Tahan lidahmu, oke.
Hiromichi: Ya-ya. Aku akan berhati-hati.

*Crackle*

Sebuah percikan terbentuk di tengah-tengah percakapan mata ke mata kami.

Sejak kami tinggal bersama, Aku merasa sudah terbiasa berkomunikasi dengannya dalam berbagai cara.

Tapi dia benar-benar bermuka dua.

Di rumah, dia menggangguku, tetapi di sekolah, dia adalah adik perempuan yang dapat diandalkan.

Tetap saja, Haruka adalah yang paling penting baginya.

Kami bertiga makan siang bersama.

Topik utama obrolan kami adalah ujian tengah semester.

Shigure adalah orang pertama yang mengangkatnya.

Dia mencoba untuk memimpin percakapan agar tidak terbelok ke masalah pribadi.

Tindakan yang sangat cerdas.

Aku berinisiatif dan ikut bercakap-cakap, terutama mengeluh tentang para guru.

Dengan cara ini, istirahat makan siang berjalan lancar.

Tapi—tapi…

Di akhir istirahat makan siang, Haruka mengemukakan topik yang menurutku agak sulit untuk ditangani.

“Ngomong-ngomong, Hiromichi-kun dan Shigure, kalian duduk bersebelahan, kan? Kalian berdua sangat dekat.”
“…!”

Aku terkejut

Bagaimana dia bisa berpikir bahwa kita berteman baik hanya karena kita duduk bersebelahan?

Memang tidak ada yang salah dengan itu.

Tapi sedikit kecurigaan bisa menyebabkan Haruka menjadi paranoid.

Tidak apa-apa jika aku mengarahkan kecurigaannya padaku. Tapi aku takut menyakiti perasaannya

Tapi Aku harus jelas di sini

“Yah, tidak seperti itu, Kami seperti kucing dan anjing–”
“Dia bercanda, kita berteman hanya sejauh kita saling menyapa di pagi hari. Akhir-akhir ini kami tidak banyak bicara karena Aku mengganti kursi setelah ujian tengah semester. ”

Aduh! Dia menendang kakiku dengan sangat keras!

Saat aku mengalihkan pandanganku untuk memprotes, Shigure memelototiku.

**Eye Communication**
Shigure: Apakah kamu bodoh, Onii-san? Sangat sulit bagi seorang wanita untuk memiliki pacar yang tidak bisa bergaul dengan temannya. Terlebih lagi, Aku adalah kembaran-nya. Mungkinkah kamu ingin Nee~san membencimu?

Eh, benarkah begitu?

Sebagai seorang pria, Aku tidak keberatan jika pacarku bersikap buruk terhadap teman-temanku. Aku bahkan tidak tertarik dengan teman pacarku. Apakah hanya Aku yang berpikir seperti itu?

**Eye Communication**
Shigure: Tidak perlu terlalu jauh, jadi seorang teman saja.
Hiromichi: Maafkan aku. Terima kasih untuk bantuannya.

Pastinya, jika kebohongan terlalu berbeda dengan kenyataan, kebohongan itu akan mudah terungkap.

Aku berterima kasih kepada Shigure atas tanggapannya dengan bungkukan kecil.

Namun,

Haruka, yang sepertinya tidak yakin dengan kata-katanya, memiringkan kepalanya.

“Apakah begitu? Aku pikir Kalian adalah teman baik. ”
“Oh, kenapa menurutmu begitu?”
“Karena, Hiromichi, kamu terus memanggil ‘Shigure’. Butuh waktu cukup lama bagimu untuk memanggilku denganku nama depan ‘Haruka’. Begitulah kami rukun, kurasa.”

Sesaat, sebuah tendangan terbang di tempat yang sama seperti sebelumnya.

Shigure: Kamu tidak berguna. Itu sebabnya Aku tidak ingin makan siang denganmu.
Hiromichi: Maafkan aku.

Tidak ada alasan. Itu kesalahanku.

Aku biasa memanggilnya ‘Shigure’ di rumah, jadi Aku tidak menyadarinya.

Itu tidak baik. Aku butuh waktu dua minggu untuk memanggil Haruka dengan namanya. Aku dalam keadaan darurat …

Bagaimana Aku bisa menjelaskan ini padanya?

“Nee ~ chan. Aku tidak yakin harus berkata apa, tapi aku percaya nama belakang Hiromichi-san adalah Sato juga. Rasanya pasti aneh memanggil namamu sendiri, jadi kami memanggil satu sama lain dengan nama depan kita. Ini tidak seperti kita sangat dekat atau semacamnya.”
“Oh begitu. Aku hanya memanggilmu Shigure, jadi aku lupa, tapi Shigure sekarang menjadi Sato-san, kan?”

Shigure-san…!

Aku tidak tahu bagaimana Kau bisa menemukan cara yang begitu nyaman untuk keluar dari situasi ini!

Tapi sejujurnya, Aku sangat bergantung padamu.

Aku tidak bisa mengelak kalau aku memberinya honorifik -san.

Jika dia bersedia membantu sebanyak ini maka ku pikir Aku bisa keluar dari situasi ini.

Itulah yang ku pikir.

“Tapi aku ingin kalian berdua menjadi sedikit lebih ramah.”

Haruka mengungkapkan ketidakpuasannya dengan hubungan tak jelas kami.

Itu adalah reaksi yang tidak terduga.

Tidak disangka seorang gadis ingin pacarnya bergaul dengan saudara kembarnya, yang terlihat persis seperti dia.

Shigure juga sedikit terkejut dan bertanya kenapa.

“Mengapa demikian?”
“Karena Shigure dulu sangat pemalu.”
“Apa? Kenapa? Aku?”

Aku tidak pernah berpikir dia adalah seorang pemalu.

“Tidak, kamu. Pada pandanga pertama, Kamu tampak ramah dengan semua orang, tetapi Kamu tidak akan membiarkan siapa pun masuk ke dalam hidupmu. Kamu tidak keluar atau bergabung lingkaran teman mana pun. Itulah rasa malu.”

Ya itu benar.

Meskipun dia ramah, dia tidak akan mencoba terlibat lebih dari itu.

Itu bisa disebut rasa malu.

“Jadi aku khawatir kamu akan diisolasi setelah pindah sekolah, tapi sekarang kamu berhubungan baik dengan Hiromichi-kun, aku lega. Karena dia sangat bisa diandalkan!”

*BAM

Pada saat itu, Shigure dan aku sama-sama terkejut.

Itu tidak mungkin. Dan mengapa Aku dianggap bisa diandalkan?

**Eye Communication**
Shifure: Pfft, Kuku. Sepertinya Kamu telah menipunya dengan sangat baik. Onii-san ku yang nakal.
Hiromichi: Aku mengerti perasaanmu, tapi tolong jangan tertawa. Kau tidak ingin mengganggunya kan? Kau harus membantuku.
Shigure: Ya, Aku mengerti. Itu sedikit mengejutkan tapi Aku akan memperbaikinya.

Shigure meneguk sup Miso dari set makan siang kelas A miliknya. Kemudian, dia memasang senyum polos (palsu) di wajahnya dan menatap Haruka.

“Hm… Benar. Aku gugup ketika pertama kali datang ke sekolah ini, Aku tidak tahu apakah itu karena Aku saudara perempuan Nee~chan atau bukan, tetapi pada saat itu dia membantuku dengan banyak hal… IT… ITU… ITU MENYENANGKAN.”

Uwaa… dia menyebalkan. Aktingnya sama dengan sampah.

“Jadi begitulah. Maukah Kamu terus bergaul dengan Shigure? ”
“Tentu saja. Pasti.”

Karena Aku adalah kakak laki-laki Shigure.

“Houhou—”

Haruka bersorak pada responku, tetapi segera menunjukkan wajah yang tidak nyaman.

“Oh, tapi… aku sedikit khawatir.”
“Kenapa cemas?”
“Karena jika Shigure mengetahui betapa baik dan kerennya dirimu, dia mungkin akan jatuh cinta padamu.”
“*Uhuk uhuk*!”

Di tenggorokan! Adonan genkotsu… menempel di tenggorokan.

Apa yang harusku lakukan? Pacarku terlalu manis.

Tidak, Aku bahagia! Aku suka ketika dia berbicara padaku seperti itu.

Tapi tolong jangan lakukan itu di depan orang ketiga!

*Menarik*

Jika dia mendengar sesuatu yang menarik ini, tidak mungkin Shigure, sang penyiksa, bisa diam.

Dia terlihat seperti apa sekarang?

“Hmm ~, begitu. Itu situasi yang sulit. Hu ~”

Ini akan segera dimulai.

Aku bisa melihat otot wajahnya bergerak-gerak.

Aku harus menutup mulut Haruka sebelum meledak.

“Tidak tidak Tidak. Aku tidak begitu menawan, jadi menurutku itu tidak benar. Haruka sedikit bias.”
“Itu tidak benar. Kamu keren dan gagah. Itu sebabnya aku jatuh cinta padamu.”
“Tidak, aku tidak percaya itu. Gadis-gadis bahkan tidak pernah menatapku. Kaulah satu-satunya yang mengakui perasaannya padaku.”
“Mereka tidak dapat melihat dirimu yang sebenarnya. Kamu keren sejak kita kecil di tempat penitipan anak. Dan bahkan festival budaya tahun lalu, Kamu membantuku membawa kantong sampah yang lebih besar selama pembersihan.”
“Itu adalah tugas seorang pria.”
“Saat aku berterima kasih padanya, dia memunggungiku dan dengan ringan melambaikan tangannya … Itu sangat keren!”

Heeeey!

Aku senang Kau mengatakan itu keren! Aku benar-benar diberkati karena Kau mengatakan itu.

Maksudku, Aku tahu Aku tidak cukup baik.

Saat itu aku sangat malu menghadapi gadis yang begitu manis.

Haruka lah, yang menemukanku dan mencintaiku.

“Dan tentang kencan pertama kita…”
“Apakah kau masih akan melanjutkan? Tolong hentikan. Haruka, bisakah kita membicarakannya nanti?.”

Terlepas dari permintaanku, Haruka sangat kejam dan berkata, “Tidak!”

“Kamu tidak tahu betapa kerennya kamu. Aku tidak bisa mengabaikan pemikiran seperti itu sebagai pacarmu. Aku ingin Kamu ingat, pada kencan pertama kita, Kamu berjalan di pinggir jalan. Saat kami duduk di bangku, Kamu meletakkan saputangan untuk ku, dan ketika kami minum teh, Kamu bahkan membayar tagihan saat Aku pergi ke kamar mandi. Aku merasa seolah-olah Aku adalah seorang putri, dan itu menyenangkan. Pada saat itu juga jantungku berdegup kencang. Kamu adalah definisi dari Gentleman, Hiromichi-kun.”

Gyaaaaaaa ~~~~~

Hentikan! Aku tidak yakin apa yang harusku lakukan pada kencan pertamaku, jadi Aku mencari di Google “etiket kencan pertama tanpa gagal” dan berhenti membicarakan rencana kencanku secara terbuka!

Memalukan untuk mengatakannya, tetapi satu-satunya hal yang dapat dipercaya oleh para perawan adalah Internet!

Haruka adalah gadis yang sangat lembut, jadi dia terlalu banyak berpikir. Tapi Shigure, yang memiliki kepribadian buruk, akan sangat marah.

Aku mengintip Shigure dengan gugup.

Dan Aku terkejut.

Karena wajahnya tidak menunjukkan tanda-tanda kebahagiaan. Meskipun dia mendengar sesuatu yang akan membuatnya tertawa.

“Nee-san, kamu benar-benar menyukai Hiromichi-san, bukan?”
“Tentu saja. Jika tidak, Aku tidak akan menembaknya. Jadi aku ingin kamu berteman baik dengan Hiromichi-kun, tapi aku tidak ingin kamu mencintainya. Baik?”
“Jika demikian… Apa yang akan Kamu lakukan jika itu terjadi?”
“Eh?”
“Jika aku jatuh cinta dengan Hiromichi-san, maukah kamu minggir demi adik perempuanmu?”

Oh ayolah. Apa yang gadis ini coba katakan?

Apa gunanya menanyakan pertanyaan yang tidak mungkin?

Aku bingung karena Aku tidak bisa membaca maksud Shigure.

Aku mencoba membuka mulut untuk melihat apa yang ingin dia katakan … “T…”

“Aku tidak mau. Aku sangat membencinya. Aku tidak akan mengizinkanmu.”

Aku tidak bisa mengeluarkan kata-kata dari tenggorokanku saat suara tajam Haruka mengambil inisiatif.

Dia melihat Shigure dengan sikap bermusuhan.

Ada apa dengan suasana tegang ini?

Mengapa kisah cinta lucuku mengarah pada momen yang mengerikan ini?

Tapi kesunyian yang menyakitkan tidak berlangsung lama.

Seolah tidak tahan lagi, Shigure mendesah kecil.

“Ha! Aku tidak yakin harus berkata apa, tapi terima kasih untuk makanannya!”
“Shigure?”
“Aku sangat kenyang. Dan kau tidak bisa meninggalkan saudariku di pojok ruangan seperti ini.”

Dia menyeringai dengan senyum iblis di wajahnya.

Itu adalah Shigure yang ku kenal dengan baik.

Melihat ekspresinya, Haruka juga mengendurkan bahunya.

“Kamu masih mengolok-olokku. Kebiasaan buruk menindas orangmu tidaklah berubah.”
“Apakah begitu?”
“Betul sekali. Shigure selalu menjadi pengganggu. Suatu kali, Aku menyingkirkan sebuah boneka karena film horor, dia mulai bermain dengan mereka hari berikutnya, yang biasanya tidak dilakukannya. Dan meskipun dia tahu aku benci serangga, dia membawakanku sekeranjang penuh serangga!”

Sepertinya dia belum dewasa sama sekali…

Aku tidak dapat mengatakan di sini bahwa dia melakukan hal yang sama kepadaku, saudaranya, jadi Aku protes hanya dengan menatapnya.

Dan kemudian Shigure berkata,

“Itu sifatku. Aku cenderung menggoda orang yang ku suka.”

* Rrrrring *

Saat itulah bel berbunyi, menandakan berakhirnya istirahat makan siang.

Mendengar ini, Haruka berdiri dari kursinya.

“Aku memiliki PE berikutnya. Aku harus buru-buru dan mengganti pakaianku…! Jadi Hiromichi-kun.”
“Hmm?”
“Aku akan terlambat ke klub, jadi kamu harus pulang duluan. Aku akan menebusnya untukmu akhir pekan ini.”
“Baik. Aku menantikan akhir pekan. Semoga berhasil dengan klubmu.”
“Ya. Dan selamat tinggal, Shigure.”
“Selamat tinggal.”

Rok pendek Haruka berkibar saat dia lari.

Saat melihat dia pergi, kata Shigure, bukan dengan nada menggoda, tapi dengan nada kagum.

“Kamu dicintai, bukan? Onii-san.”
“Ya. Terkadang itu memalukan. ”
“Tapi itulah yang membuatmu bahagia.”
“Ya”

Aku sangat bahagia.

Ada seorang gadis yang sangat mencintaiku di dunia yang luas ini.

Perasaan puas bukanlah sesuatu yang bisa dijelaskan dengan kata-kata.

“Ahh… Kamu bersenang-senang. Sekarang aku ingin pacar.”
“Kenapa kau tidak mencarinya? Aku yakin Kau akan segera mendapatkannya. Lagipula, kau itu cantik seperti Haruka.”
“Aku ingin pacar yang lembut yang memiliki real estate di Tokyo. Yang akan melakukan apapun yang ku inginkan, yang tingginya lebih dari enam kaki dengan sosok langsing, tampan dan pendapatan 40 juta setahun, yang akan berdiri di dekatku tidak peduli apa dan akan baik kepadaku setiap kali Aku marah tanpa alasan, orang yang mencintai seorang wanita tanpa memandangnya secara seksual. Aku ingin pacar seperti itu.”
“Ha! Berhentilah bersikap serakah.”

Tidak ada orang seperti itu. Akan lebih logis untuk mencari sebuah jin*.
[TN: ? ? ? ? makhluk mitos seperti ular]

“Yah, terserahlah. Aku harap Kau menemukan pria yang baik, karena ini adalah masa mudamu.”
“Tapi aku sudah punya lelaki di hatiku.”
“Hah? Ap — Apa katamu?”
“Tidak, itu bukan apa-apa. Tidak masalah. Sebaiknya kita kembali. Kita akan terlambat masuk kelas.”
“Oh, sialan!”

Aku berdiri dengan nampan makan kelas A milik Shigure.

Dia menyelamatkan hidupku hari ini, meskipun itu hampir membuatku mati.

Sebagai permintaan maaf, Aku membantunya dengan mengembalikan nampan miliknya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *