Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 24 Bahasa Indonesia

Now you are reading Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Bahasa Indonesia Chapter 24 at Kuma Translator.

PURE LOVE x FUMBLE

 

Aku ingin kembali.

Aku ingin kembali ke hubungan di mana Aku dapat memberi tahu Haruka bahwa Aku mencintainya tanpa ragu-ragu.

Panggilan telepon hari itu membantuku meyakinkan perasaanku.

Jika itu benar maka Aku tidak boleh mabuk oleh racun manis dari Shigure.

Shigure cantik, baik hati, dan menawarkan segalanya padaku, seperti yang ku inginkan.

Tetapi jika Aku menuruti perasaan itu, Aku hanya akan tenggelam lebih dalam.

Aku harus menghadapi Haruka.

Dan aku harus membuatnya percaya padaku.

Bahwa aku tidak mengejar tubuhnya.

Bahwa aku bukan pria yang secara impulsif akan menyakitinya.

Jika dia percaya padaku, maka aku yakin Haruka akan memaafkanku untuk ciuman sebelumnya.

Dan ikatan yang lebih kuat akan terbentuk di antara kita.

Jadi pertanyaannya adalah, apa yang harus ku lakukan untuk membuatnya percaya pada Aku?

Sejujurnya, Aku tidak tahu.

Aku rasa Aku harus berbicara dengan Tomoe tentang ini…

“Permisi?”
“Oh, permisi! Selamat datang!”

Tidak baik.

Seorang pelanggan datang ke konter ketika Aku sedang melamun.

Aku meminta Takeshi untuk mencarikan part time di toko obat ini jadi Aku bisa memberikan Haruka hadiah ulang tahun yang akan datang bulan Oktober.

Aku dapat pekerjaan melalui referensi, jadi Aku harus melakukannya dengan benar.

Aku menyalahkan diriku sendiri, mengambil barcode reader untuk melayani pelanggan yang datang ke kasir.

— Wow. Wanita ini sangat cantik.

Atau lebih tepatnya, Dia adalah seorang gadis cantik. Dari raut wajahnya dan warna rambutnya, menurutku dia bukan orang Jepang. Fitur wajahnya benar-benar tajam. Selain itu, dia tinggi, dan belum lagi itu besar.

Tapi sikapnya elegan seolah-olah dia adalah seorang putri.

Mungkin dia lebih muda dariku?

Oh tidak… tidak bagus, tidak bagus.

Aku hampir menjadi linglung lagi.

Aku harus memberinya tagihan-nya dengan cepat. Tunggu, apa itu….?

“….!”

Aku membeku saat melihat barang yang dia bawa.

Lipstik, Parfum, Minuman dingin, Sejauh ini ini biasa biasa saja. Tapi kotak persegi panjang dengan kata-kata “0,01mm” yang ditulis dengan huruf besar… adalah “Karet untuk s*x”.

B-bahkan gadis secantik itu membeli barang seperti ini. Heh, heh, eh…

Tidak…. Itu pasti karena dia cantik.

Dalam kasusnya …. ku rasa itu untuk pacarnya.

Aku merasa telah melihat sesuatu yang seharusnya tidak ku lihat.

Jika Aku terlalu memikirkannya maka itu akan terlihat di wajah ku.

Aku harus cepat.

“Terima kasih banyak!”
“~~~~!”

Gadis berambut merah itu menyambar barang-barangnya dan lari seolah ingin kabur.

Aku kira itu terlihat di wajahku.

Jika demikian, Aku benar-benar minta maaf.

“Hiromichi.”

Setelah gadis itu meninggalkan toko, Takeshi yang berdiri di sampingku di depan kasir, berbicara tentang dia dengan sedikit tersipu. wajahnya seolah-olah dia telah melihatnya.

“Y-yah, barang yang baru saja dibeli gadis cantik itu …”Karet untuk s*x”, Kan?”
“Ya. Itu adalah “Karet untuk s*x” ”
“Jadi itu benar, huh! Semuanya kacau! Anak di negara ini sudah di luar kendali!”

Si Otak Otot khawatir tentang publik.

Meskipun dia terlihat seperti orang dari luar negeri bagiku.

“Terkadang aku merasa seperti kehilangan akal, Hiromichi ketika memikirkan tentang orang yang ku lihat melakukan s*x.”
“Kau harus pergi ke rumah sakit, kau mengatakan hal-hal aneh.”

Tetapi ketika Aku memikirkan gadis-gadis seusiaku menggunakan hal-hal seperti itu, Aku merasa seperti ada dunia yang sama sekali berbeda di luar sana.

Aku tidak yakin berapa tahun lagi Haruka dan aku saat ini, yang bahkan tidak bisa saling berpelukan, mulai menggunakan benda ini.

“…. Tidak.”

Saat itulah itu terjadi.

Di dalam pikiranku, sebuah secercah cahaya membawaku ke solusi dalam masalahku, sebuah ide muncul di benakku.

Benar, ini akan berhasil.

Inilah yang ku lewatkan!

“Takeshi!”
“Apa apaan?”
“Kemaskan aku salah satu dari barang-barang ini!”
“Dasar b*******n pengkhianat !!!! Persahabatan kita sudah berakhir !!!!”

***

Akhirnya, akhir pekan pun tiba.

Aku pergi ke rumah Haruka dan kami mengerjakan PR musim panas kami bersama.

Kau mungkin berpikir, “Apa gunanya mengerjakan PR dengannya selama liburan musim panas?”

Namun, belajar adalah satu-satunya bidang di mana aku, seseorang dengan spesifikasi manusia kelas menengah ke bawah, dapat membuat Haruka, seorang gadis cantik kelas-S terkesan denganku.

Aku sebenarnya suka memiliki kencan belajar dimana aku dapat menanggapi semua keinginannya.

Selain itu, situasi saat memasuki kamar wanita cukup membuat berdebar debar bagi seorang pria.

Waktu berlalu dan sebelum menyadarinya, hari sudah senja.

“Terima kasih, Hiromichi-kun. Aku telah membuat banyak kemajuan! Memiliki pacar yang cerdas membantuku menyelesaikan PR dengan cepat sehingga Aku bisa fokus pada aktingku.”
“Itu adalah harga yang kecil untuk dibayar. Kau bahkan membelikanku makan siang.”
“Tapi itu hanyalah burger yang murah! Itu bisa saja lebih mahal dari perkiraanmu kau tahu?”
“Tidak tidak. Itu hanyalah 600 yen. Selain itu, Kamu tidak dapat memiliki pekerjaan part-time kalau mengikuti club drama. Aku tidak suka mengambil lebih banyak darimu seperti itu.”
“Aku senang memiliki pacar yang mengerti apa yang ku alami.”

Haruka membuat isyarat tangan untuk menyembah dan mengucapkan puji dan syukur.

Dia cekikikan seperti kucing.

Aku merasa seperti melihat berbagai jenis ekspresi-nya hari ini.

“Kau sedang dalam mood yang bagus hari ini Haruka”
“Ah, apakah aku terlihat seperti itu?”
“Ya. Kau terlihat manis. Apakah sesuatu yang baik terjadi?”

Saat aku bertanya, ekspresi Haruka menjadi seperti kucing yang ceroboh.

“Baiklah. Kamu tahu Hiromichi-kun. Aku meneleponmu hari ini karena, seperti yang kita bicarakan di telepon, ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu.”
“Untukku?”
“Ya. Aku bahkan belum memberi tahu ayah atau Shigure. Fufufu.”

Saat aku bertanya, dia terbatuk dengan manis dan memberitahuku dengan ekspresi bangga.

“Ehem, Haruka Saikawa telah terpilih sebagai aktris utama untuk festival tahun ini!”
“Wah! Benarkah?!”
“Ini nyata! Ketua memberi tahu Aku beberapa hari yang lalu bahwa dia akan menulis naskah untuk festival sekolah di mana Aku akan menjadi pemeran utamanya!”
“Benarkah! Ketua mengatakan itu….?”

‘Melihat Haruka akhir-akhir ini benar-benar membangkitkan jiwa kreativitasku. Oh, dengan gadis kecil lucu yang sedang jatuh cinta seperti dia, aku bertanya-tanya… tragedi macam apa yang bisa kubuat di skenario ku’

“…. Aku mulai cemas. Itu bukan sesuatu yang aneh, bukan?”
“Hahaha… Ketua biasanya seperti itu, tapi dia seorang profesional ketika membuat skenario, jadi tidak ada hal aneh yang akan keluar darinya.”

Oh. Baiklah, Aku harap semuanya baik-baik saja.

“Tapi memainkan peran utama yah. Haruka, Haruka telah bekerja sangat keras.”

Klub drama Seiun adalah club yang cukup besar, berkat kekuatan sentripetal dari Ketua mereka, yang juga seorang penulis terkenal.

Bahkan seorang pemula sepertiku dapat memahami betapa menakjubkannya dipilih sebagai pemain utama dari ketua itu.

Saat aku melihat wajah Haruka yang berkilau yang tidak bisa menyembunyikan kegembiraan yang meluap dari hatinya, itu membuatku bahagia dari dalam diriku.

….. Aku lega bahwa Aku merasa seperti ini.

Karena itu membuktikan bahwa aku mencintai Haruka.

Benar. Aku mencintai senyumannya.

Hanya melihat senyum cerahnya membuat jantungku berdetak kencang.

Aku dipenuhi dengan begitu banyak cinta sampai-sampai Aku ingin memeluknya.

Aku ingin memeluk dan menciumnya.

Ku pikir… Aku akan membuang perasaan yang meluap-luap ini sekali lagi.

Karena perasaan ini tidak mungkin salah.

Saat Haruka menyangkalnya, Aku ragu ragu untuk mengekspresikannya, tapi tidak mengungkapkan cintaku pada pacarku, menyembunyikannya dari publik, menjaga jarak, dan mencari mood yang bagus masihlah salah.

Perasaanku pernah ditolak oleh Haruka dan aku merasa mual sepanjang waktu, tetapi tidak mengungkapkan cintaku padanya, menyembunyikannya dari publik, menjaga jarak, dan mencari mood yang bagus masihlah salah.

…. Semua akan baik-baik saja.

Aku sudah membuat persiapan untuk itu. Itulah mengapa Aku mengumpulkan keberanian yang sudah lama tidak ku miliki dan bertanya,

“Hei, Haruka. Untuk merayakannya, bisakah aku menciummu?”
“Eh..”
“Kita sudah lama tidak melakukannya, kan? Kita berdua…”
“…. ya itu benar. Aku sangat sibuk sampai-sampai aku tidak bisa bertemu denganmu.”
“Tidak.”

Aku menggelengkan kepalaku sebagai penyangkalan.

Bukan karena kami jarang bertemu sehingga kami tidak bisa berciuman.

Itu karena Aku bahkan tidak mencoba.

“Hari itu di pantai, aku membuatmu takut. Aku terus memikirkannya. Kenapa kau begitu menyalahkanku….?”
“!”
“Alasan kenapa aku bmenciummu seperti itu adalah karena aku tidak punya kata-kata lagi untuk menyampaikan betapa aku sangat mencintaimu, bukan karena aku ingin s * x. Jadi ketika Kau menolak ku dengan mengatakan ‘ini bukan cinta’, Aku sangat terkejut, dan sejujurnya, di suatu tempat di sudut hatiku, aku meragukan Haruka. Kenapa Kau tidak percaya bahwa Aku tidak akan pernah melakukan sesuatu yang begitu tidak bertanggung jawab? Kenapa Kau tidak ingin menyentuhku, pacarmu, dengan cara yang sama seperti yang ku lakukan? Apakah kau benar-benar mencintaiku…?”
“Hiromichi, kun…”

Mata Haruka gemetar karena terkejut.

Pacarnya meragukannya.

Wajar terjadi jika seseorang yang dekat denganmu melontarkan kata seperti itu.

Tapi itu sudah berlalu sekarang.

Jadi untuk meyakinkan Haruka, aku dengan lembut memegang tangannya di atas meja kaca dan berkata,

“Tapi kemudian aku akhirnya menyadari bahwa akulah yang bodoh.”
“Eh…”
“Saat aku memikirkannya, wajar jika merasa takut. Karena Aku tidak siap untuk apa pun pada saat itu. Terlalu mudah untuk menyuruh orang untuk percaya padamu saat Kau tidak memiliki sesuatu untuk dipercaya. Tidak heran Kau menolakku. Jadi sekarang Aku, sebagai seorang pria, harus bersiap hal semacam ini untuk meyakinkan Haruka.”
“Ber–si–ap?”

Wajah Haruka menunjukkan kebingungan.

Dia sepertinya tidak mengerti apa yang ku katakan.

Jadi Aku mengucapkan nama itu, sedikit malu untuk mengatakannya.

“… K-K****m”
“!?”
“Aku tahu ada hal seperti itu, tetapi Aku tidak pernah berpikir Aku akan membutuhkan sesuatu seperti ini. Jadi Aku tidak mempersiapkan-nya. Dan itu tidak akan berhasil.”

Karena aku menjalin hubungan dengan lawan jenis yaitu Haruka.

Itulah yang mereka katakan di kelas s*x education yang ku ambil di tahun pertama.

Ini tidak hanya untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan tetapi juga untuk mencegah penyakit, Kamu harus mengenakan K****m ketika melakukan s*x.

“Sejujurnya, Aku masih tidak bisa membayangkan kita melakukan hal seperti ini…. tapi ini bukan soal menggunakannya atau tidak. Jika Kau peduli dengan pasanganmu, kau harus siap dengan hal ini.”

Aku kurang peduli dengannya.

Tanpa sadar Aku mencoba untuk menutup jarak di antara kami.

“Tidak heran Kau tidak mempercayaiku. Tapi sekarang berbeda. Jadi… hari ini, bisakah aku memeluk dan menciummu lagi?”

Tidak hanya dengan kata-kataku, tapi juga dengan tindakanku, aku ingin menunjukkan Cinta-ku pada Haruka.

Aku mengisi apa yang hilang malam itu dan meraih bahu Haruka.

Aku ingin kembali menjadi kekasih yang bisa mencintainya lagi.

Harapanku adalah….

“Jangan sentuh aku!”

Dia dengan paksa menolak ku.

tanganku yang ku ulurkan kepadanya dicambuk dengan pukulan cepat darinya.

Rasa sakit itu membuat tulangku mati rasa, dan Aku tercengang.

“… Haru-ka?”
“… Mengerikan, kamu buruk, Hiromichi-kun…”

Dia tidak tersenyum lagi …

Alih-alih air mata mengalir dari pipinya.

Kenapa kau menangis?

Apa… yang ku lakukan padamu sampai membuatmu menangis?

“Kamu berjanji padaku. Kamu mengatakan bahwa kita akan menunggu sampai dewasa dan dapat mengambil tanggung jawab atas tindakan kita…. Namun, membawa barang seperti itu…. mengerikan!”
“T-tolong dengarkan aku! Aku tidak bermaksud menggunakannya sekarang. Aku hanya ingin meminta maaf atas kecerobohanku…”
“Lalu mengapa kamu membeli barang kotor seperti itu?”

… Eh, eh? Kotor…?

K****m?

eh? A-Apa maksudmu?

“K****m digunakan saat bermain s*x yang tidak akan menghasilkan bayi. Bagi Hiromichi, s*x denganku hanya untuk bersenang-senang!?”
“– !?”

Reaksi histeris Haruka membuatku panik.

Tentu saja, Aku tahu itu untuk melakukan hal-hal ero, dan itu memalukan.

Aku bahkan sedikit ragu untuk menyebutkan namanya.

Tapi menurutku tujuan penggunaannya bukan untuk bersenang-senang.

Aku tahu bahwa kontrasepsi memainkan peran penting dalam hubungan yang sehat dan penuh perhatian.

Tapi persepsi Haruka … ternyata bukan begitu.

Itu menjijikkan.

Dia mengungkapkan rasa jijiknya.

Mengapa?

Mengapa Kau bereaksi seperti itu?

Aku tidak tahu. Aku tidak tahu, tapi ini buruk.

Aku perlu menenangkannya dan menjelaskan. Aku tidak mencoba menggunakannya sekarang. Aku ingin menyentuh Haruka, tetapi Aku tidak akan melakukan apa-apa lebih dari itu sampai dia siap.

Tapi…

“Orang-orang melakukan s*x untuk membuat bayi dengan orang yang mereka cintai. Ini bukan tentang membuat anak laki-laki merasa nikmat.”
“Tolong, tenanglah dan dengarkan aku! Aku benar-benar tidak serius! Aku…”
“Lalu kenapa kamu membeli barang menjijikkan seperti itu? Bukankah itu berarti kamu mengincar tubuhku… Aku yakin kamu tidak seperti “Takao-san”, tapi kamu mengerikan, mengerikan… ”
“H-Haruka.”
“Pulang ke rumah…! Keluar dari rumah ini sekarang juga!”

Suaraku tidak bisa mencapai Haruka lagi.

***

Teriakan Haruka membuatku keluar dari rumahnya, dan berjalan pulang tanpa daya melewati kota.

berjalan dengan lesu

Jatuh, tersandung, jatuh

“……….”

Aku berpikir sembari menatap bayanganku

Aku ingin tahu apa Aku sudah membuat kesalahan lagi.

Tapi… apakah Aku salah tentang ini?

Aku harap dia bisa mengerti Aku.

Itulah yang mereka katakan kepada kami di kelas s*x education.

Dari sudut pandang publik, yang ku lakukan tidaklah salah.

Yang dia maksud, salah untuk mengangkat … topik seperti itu.

Topik seksual seperti itu merupakan hal yang tabu bagi Haruka.

Sampai kita dewasa dan menikah, kita akan menyimpan semuanya untuk diri kita sendiri, dan tidak peduli betapa aku mencintai Haruka dan seberapa ingin aku memeluknya, aku harus bersabar karena itu berbahaya untuk menjadi terlalu bersemangat.

Bersabarlah, bersabarlah, tapi tetap jaga api di hatimu agar tetap hidup.

“Itu tidak mungkin.”

Mau tak mau aku perlu untuk menyentuhmu.

Karena terlalu sedikit kata untuk mengungkapkan perasaanku padanya.

Aku tidak memiliki kepercayaan diri untuk menjaga ikatan kami tanpa mengungkapkan cintaku.

Atau apakah Aku hanya mengejar tubuhnya, terlepas dari semua ini?

Apakah faktanya adalah aku tak pernah peduli padanya?, Aku menambahkan ini dan itu hanya untuk membenarkan perasaan biadab ku…

“Ahh… Mungkin dia benar.”

Aku mengincar tubuh seorang gadis …

Cinta untuknya tidak lebih baik dari keinginan seksualki.

Aku tidak peduli siapa yang memuaskanku selama dia cantik.

Dan itulah mengapa Aku melakukan hal-hal itu pada Shigure, kan?

Itu adalah hal yang sembrono untuk dilakukan.

Benar kan?

Aku tidak tahu.

Mungkin itu benar.

Tapi Aku tidak tahu.

Aku sendiri tidak tahu.

Aku hanya, aku agak lelah dengan….

Berpikir tentang apa yang tidak ku mengerti. Diombang-ambingkan oleh perasaan sepele. Semuanya.

Jika ini sesulit ini…. Aku lebih baik….. Aku lebih baik

Melupakan Haruka.

“Hah? Onii-san? Bukankah ini terlalu awal. Selamat datang kembali”

Ketika Aku membuka pintu rumah, Aku melihat Shigure mengintip dari pintu masuk ruang tamu, mungkin dia sedang menonton TV.

“… Ya, aku pulang.”
“Aku bingung. Kupikir kamu akan makan malam di rumah Nee-san, jadi aku tidak memasak apapun…. Onii-san?”
“Hm? Ada apa?”
“Tidak, itu seharusnya kalimatku. Apa ada masalah? Berapa lama lagi Kamu akan terus linglung di depan pintu?”
“….Aku tidak linglung. Aku kelaparan. Ayo kita makan.”
“Seperti yang baru saja ku katakan. Makanan belum dimasak.”
“Y-ya. Kau baru saja memberitahuku….. ”

Sulit bagiku untuk melihat Shigure karena itu membuatku mengingat Haruka.

Aku tidak bisa melihatnya, jadi Aku berbalik dan masuk ke dalam

Aku tidak bisa mendengar myoritas dari yang dia katakan.

Dia menatapku dengan ekspresi khawatir.

“Um … Apa terjadi sesuatu dengan Nee-san lagi?”
“Tidak ada.”
“Itu bukan wajah yang mengatakan tidak ada. Kalau tidak, wajah cerahmu tidak akan sepucat itu.”
“…”
“Jika Kamu mengalami kesulitan, Kamu dapat mengandalkanku. Aku kembarannya Kamu tahu. Jika itu Aku, ini bukanlah perselingkuhan. Dan Aku senang hanya diandalkan olehmu dengan berbagai cara.”
“Kalau begitu biarkan aku memelukmu.”
“Apa?”

Begitu Aku mendengar alasan yang dia gunakan untuk memaafkanku, sesuatu di dalam diriku menangis.

Aku dengan kasar meraih bahunya dan mendorongnya ke dinding.

“O-nii-san?”

Matanya berputar ke belakang karena terkejut karena kekerasan yang tiba-tiba.

Ekspresinya mirip dengan Haruka ketika aku memintanya untuk menciumku sebelumnya.

Mereka sangat mirip…

“Kau bilang kau mencintaiku, kan? Kalau begitu biarkan aku memelukmu…! Mengapa hanya Aku yang merasa seperti ini. Aku ingin lebih dekat dan memberi tahumu betapa aku sangat mencintaimu, kenapa kau tidak berpikiran sama? Jika Kau tidak menyukaiku, jika Kau menyesal telah mengakui cintamu padaku, katakan dengan jelas !!”
“Onii-san!”
“…Aku tidak tahu lagi. Haruka, ‘cintamu’ dan ‘cintaku’ sangat berbeda sehingga aku tidak tahu apakah kau benar-benar mencintaiku atau tidak. Itu sangat menyakitkan.”

Tidak ada gunanya memberitahu Shigure.

Ini harus dikatakan pada Haruka sendiri.

Tetapi ketika melihat Shigure, yang sangat mirip dengan Haruka, emosi negatif yang telah membengkak ke titik di mana Aku tidak bisa menahannya. Semuanya keluar dari dalam hatiku meluap menjadi kata-kata yang penuh air mata.

Dan begitu bendungan itu rusak, tidak ada yang bisa menghentikannya.

“Tolong… buat aku melupakan Haruka…”

Jika Aku hanya mencari tubuh perempuan, dan Aku tak masalah dengan gadis mana pun, Aku akan puas dengan Shigure.

Omabak ganas dari emosiku saat ini akan menjadi tenang, dan Aku tidak perlu memikirkan Haruka lagi.

Itu harus dilakukan.

Itulah mengapa Aku menginginkan Shigure, untuk alasan yang egois.

Tetapi sebagai tanggapan atas permintaanku yang mengerikan, Shigure berkata dengan nada khawatir.

“Itu tidak mungkin.”
“…”
“Apa pun yang ku lakukan, Kamu tidak akan melupakan Nee-san. Tidak peduli walaupun aku kembarannya. Itu karena Kamu adalah orang yang sangat setia. ‘Ini salah kakak perempuanku, bukan salahmu.’ Kamu adalah orang yang tidak dapat melihat perbedaan antara keduanya… Aku yakin Kamu akan menyesalinya. Kamu akan menyalahkan dirimu sendiri kemudian dan itu akan lebih menyakitkan dari sekarang.”
“~~~~!”
“Itulah sebabnya … Aku akan terus menghiburmu. Sampai Kamu bisa memaafkan dirimu sendiri. Selamanya.”

— Selamanya

Aku mencengkeram bahunya begitu kuat hingga kukuku terkelupas, tetapi sebagai gantinya, dia dengan lembut melingkarkan lengannya di leherku dan berkata,

“Tidak apa-apa. Lakukan sesukamu, Onii-san.”

Senyuman yang menerima kekuranganku, keegoisanku, dan segalanya.

Begitu aku menatap matanya, aku melihat cinta, kepercayaan, dan gairah, semua yang kuinginkan agar dimiliki oleh Haruka.

Aku tidak bisa menahan diri.

“Huu… Waaaa…”

Aku berpegangan pada Shigure dan menangis.

[Shigure POV]
Setelah itu, ‘kakak-ku” menangis sekuat tenaga sampai dia tidak bisa lagi menangis, dan kemudian dia tertidur seolah-olah sudah kehabisan energi.

Aku membelai rambutnya saat dia tidur di pangkuanku, berusaha untuk tidak membangunkannya.

Aku berharap ini akan membantunya untuk bermimpi sedikit lebih baik.

“….”

Pada akhirnya, dia tidak pernah menyentuhku.

Sejujurnya, Aku tahu itu.

Karena dia baik hati dan… seorang pengecut.

Aku percaya bahwa kebaikan tidak selalu datang dari kekuatan.

Tentu saja, ada orang di dunia ini yang peduli pada orang di sekitar mereka untuk setiap nafas yang mereka ambil.

Tapi dia pengecut dan tidak ingin orang lain membencinya. Jadi dia tidak pernah berpikir untuk menyakiti orang lain. Dia selalu baik. Dia mencoba untuk menjadi sejujur mungkin. Kebaikannya berasal dari cinta nya dan kesabarannya.

Beberapa orang mengatakan bahwa kebaikan semacam ini palsu.

Beberapa orang menuduh orang seperti dia tidak jujur.

Tapi Aku tidak.

Setidaknya, aku lebih suka pengecut seperti dia tidak seperti “Takao” yang terlalu percaya diri, tak peduli apa yang dipikirkan orang lain, dan sembarangan menyakiti orang-orang di sekitarnya demi dirinya sendiri.

Kakakku adalah seorang pengecut.

Dia kurang percaya diri sebagai manusia dan butuh penilaian orang lain untuk meyakinkan dirinya. Jadi dia mencoba membuat dirinya terlihat baik.

Dia tidak akan pernah berkhianat walaupun secara tak sengaja.

Dia mencoba untuk sejujur mungkin, di bidang apapun.

Aku yakin orang seperti itu akan menjadi ayah biasa, tetapi ayah terhormat yang mencintai keluarganya di masa depan.

Andai saja dia tidak bertemu denganku….

Akulah yang telah memutar roda ini.

Aku tahu itu.

Aku merasa tidak enak tentang itu.

Tapi Aku tidak bisa berhenti.

Karena aku mencintainya, aku ingin dekat dengannya, aku ingin memeluknya. Aku tidak bisa mengendalikan perasaan ini.

Jadi… Aku tidak akan mengeluh tentang apa yang dia lakukan kepadaku.

Jika dia memintanya, aku akan memberinya hatiku, tubuhku, segalanya.

Hal yang sama berlaku untuk uang. Sebagai putri seorang model yang glamour, Aku diberkati dengan kecantikan. Jika Aku menggunakan penampilanku untuk keuntunganku, Aku akan melakukannya.

tidak sulit jika hanya menghasilkan uang.

Aku akan melakukan apapun untuk membuatnya bahagia, untuk memenuhi setiap keinginannya.

Itulah hal yang siap kulakukan.

… Tapi bagaimana dengan Nee~san?

Bagaimana dia bisa menyakitinya separah ini?

Saat aku bertanya-tanya tentang hal ini saat membelai kakak-ku yang kelelahan, telepon kakak-ku yang tergeletak di lantai berdering.

Nama orang yang di layar adalah….Haruka.

Setelah berdering beberapa saat, telepon beralih ke pesan suara, dan Aku bisa mendengar suara serak Nee~san, seolah dia baru saja menangis.
|| “… H-halo ini aku Haruka.”
“Nee-san…”
|| “Um… maafkan aku karena telah membentakmu sebelumnya. Aku tidak bisa berhenti merasa jijik…”

Nee~san meminta maaf di pesan suara itu.

“Jijik” adalah kata yang cukup kasar.

Entah apa yang terjadi di antara mereka.

Aku mendengarkan lebih jauh.

|| “Aku sebenarnya memiliki ingatan yang sangat buruk tentang k****m Kau tahu Hiromichi-kun, orang tuaku sudah bercerai. Itu karena perselingkuhan ibu ku, dan ayah mengetahuinya karena Aku membawa ‘benda’ itu dari tong sampah. Aku masih kecil waktu itu dan tidak tahu apa pun. Tentu saja, itu bukan salah ‘benda’ itu. Tapi melihat hal itu mengingatkanku pada orang yang selingkuh dengan ibuku dan memisahkan aku dan Shigure…”

K****m…

Aku ingin tahu apakah alasan pertengkaran itu adalah karena kakakku menyebutkan k****m padanya.

|| “Tapi aku tidak ingin membuatmu merasa tidak nyaman tentang ini. Itulah mengapa Aku menelepon…. untuk mengungkapkan perasaanku dengan jelas. Aku tidak pernah memberi tahumu apa pun tentang ini sebelumnya karena ku pikir itu terlalu dini….”

Nee~san di ujung telepon menarik napas dalam-dalam seolah ingin mengambil keputusan dan berkata,

|| “Aku mencintaimu, Hiromichi-kun. Aku sangat mencintaimu. Saat kita besar nanti, aku ingin kita menikah…! Aku benar-benar tidak bisa memikirkan siapa pun dan Aku tidak ingin mengenal siapa pun kecuali Kamu. Dan suatu hari, aku ingin memberi tahu ayahku dan Shigure bahwa kamulah yang paling mencintaiku, orang yang paling kucintai di dunia…. Jadi, kamu tahu. Sampai saat itu, bisakah kita menjaga hubungan kita tetap murni dan jujur? Karena meskipun kita tidak melakukan sesuatu yang ekstrim, Aku yakin kita akan tumbuh untuk saling mencintai. Tidak kupikir cinta sejati tumbuh seperti itu. Itu bukanlah nafsu. Ini akan menjadi hubungan cinta mutualisme yang murni, Aku ingin kita menjadi seperti itu, Aku percaya jika bersamamu kita bisa menjadi seperti itu. Maafkan Aku. Aku tahu Aku tidak boleh mengatakan ini melalui telepon, tetapi Aku khawatir jika tidak sekarang, Aku mungkin tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya lagi … Aku harap Kamu akan mengerti.”

Seolah-olah dia memeras perasaannya keluar, dia mengungkapkan pikirannya yang terdalam kepada kakak laki-lakiku.

Tapi ketika aku mendengar perasaannya yang sebenarnya….

“?????????????????????????????”

Aku tidak mengerti sepatah kata yang dikatakan Nee~san.

Sejujurnya Aku terkejut…

Fakta bahwa kakak laki-laki-ku mencoba menghibur seseorang yang jauh dari kata ‘mengerti’.

Tidak, itu karena….

Cinta tanpa hasrat seksual adalah cinta sejati? Apa-apaan itu?

Aku tidak mengerti.

Apakah itu pertanyaan Zen* atau semacamnya?
[TN: Search Google ‘Zen Question’, ribet neranginnya]

Alasan mengapa kita menyukai lawan jenis adalah karena mekanisme biologis kita untuk memiliki keturunan.

Impuls fisiologis ini terukir dalam gen kita, dan kasih sayang muncul sebagai hasil dari impuls yang mengendalikan emosi dan pikiran kita.

Jelas bukan sebaliknya.

Jadi, bukankah wajar jika semakin Kamu mencintai seseorang, semakin Kamu ingin menyentuhnya? Bukankah itu yang dimaksud dengan hubungan yang murni?

Atau…..

Jika Kamu menyangkalnya, lalu mengapa Kamu berkencan dengan kakak laki-lakiku?

Jika Kamu akan memaksanya untuk menunggu sampai dia dewasa, mengapa Kamu berkencan dengannya saat dia dewas?

Kamu berbicara tentang cinta, membuatnya jatuh cinta denganmu, tetapi tidak pernah menanggapi perasaannya, sebagai gantinya Kamu menjelaskan mengapa kamu tak membalas perasaannya, dan bahkan tidak akan membiarkan-nya melupakanmu.

Bagaimana Kamu bisa begitu egois dan tidak bertanggung jawab…?

Aku bertemu dengannya lebih lambat darimu, dan hanya bisa menyentuhnya dengan menjadi dirimu.

“…”

Aku merasakan emosi dingin yang mengerikan menusuk hatiku.

Pada saat ini, Aku membenci Nee~san, yang ku cintai dan bagaikan darah dan dagingku.

Karena kalian berdua adalah sepasang kekasih, tahukah kamu?

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan kakak laki-laki-ku ketika dia mendengar apa yang baru saja Kamu katakan.

Seorang yang baik hati yang selalu menyalahkan dirinya sendiri.

Betapa bodohnya dia, membiarkan emosi sementara menguasainya saat Nee~san tidak serius dengan hubungan mereka.

Dan lagi, kakak laki-laki-ku sangat menderita.

Baik atau buruk, dia hanyalah anak laki-laki biasa, pemalu, dan sekarang dia rusak dengan cara yang tidak seharusnya.

Ini adalah kesalahanku ini semua salah ku.

Kamu menaruh pisau di hatimu mengendalikan keinginanmu sebagai makhluk hidup.

… Sejujurnya, aku tidak pernah punya niat sedikitpun untuk merampas posisinya sebagai pacarnya.

Karena Aku tahu bahwa kontrak semacam itu, yang mirip dengan ‘janji lisan’ tidak dapat menjamin apa pun.

Sejujurnya, Aku bahkan tidak tertarik.

Jadi Aku tidak punya niat untuk ikut campur.

Yang ku inginkan hanyalah memiliki tempat di hatinya.

Tapi…
Aku suda….

Aku tidak ingin dipermainkan oleh saudara Nee~san yang egois dan melihatnya menyakiti kakak laki-laki-ku.

“——”

Saat aku memikirkan itu… Aku sudah bertindak.

Dengan ponselnya, yang tidak pernah ku sentuh… saat masih terhubung dengan Haruka,

Aku,

Menekan tombol panggil.

“Kamu telah mengatakan banyak hal yang egois…. Nee-san.”

VOLUME 2 END

———————————————————————————————————————————————-

VOLUME 3 belum diumumin kapan dirilis jadi stay tune! aja

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *