My Wife in The Web Game is a Popular Idol Chapter 18 Bahasa Indonesia

Now you are reading My Wife in The Web Game is a Popular Idol Bahasa Indonesia Chapter Ch.18 at Kuma Translator.

“Ternyata, Kazuto-kun orangnya menarik juga, ya!”

“B-Begitukah?”

“Iya. kau orangnya asik diajak bicara.”

Sambil menunggu ibu mereka kembali, aku terpaksa harus berhadapan dengan Kasumi-san dan Nonoa-chan.

Saat kami bersantai di ruang tamu, aku menjadi teman bicara Kasumi-san dan teman bermain Nonoa-chan…

Banyak hal yang harus diurus ….

Rinka sedang di dapur dan menyiapkan makan malam.

Dia memakai celemek dengan gaya rambut ponytail.

Aku bisa melihatnya dari sini dan hanya dengan melihatnya saja sudah membuat jantungku berdebar.

“Eee, ada apa, apa kau terpesona dengan Rinka?”

“Y-Yah… itu.”

Tidak sopan untuk menyangkalnya. Jadi, aku mengakuinya dengan samar.

Astaga, dia benar-benar imut …

Aku mungkin orang ‘ biasa ‘ pertama yang melihat Idol populer imut + cantik di rumahnya.

“Hari ini kita akan makan kari! Apakah Kazuto-nii suka kari?”

“Aku menyukainya…… Aduh-.”

Nonoa-chan menarik poniku.

Apa yang akan kau lakukan kalau aku menjadi botak pada usia muda?

“Kari hari ini manis, tahu.”

“Begitu. Sudah bertahun-tahun sejak aku makan kari manis. Aku ingin tahu apakah dia membuatnya manis untuk Nonoa-chan.”

“Umm, nggak kok. Aku suka makanan pedas.”

“Kau anak kecil yang hebat,seleramu juga…… Ah, kalau begitu manis cocok untuk Kasumi-san?”

“Hahaha, Kazuto. Apa menurutmu aku akan puas dengan sesuatu yang manis?”

“Ada apa dengan ‘nada’ bicaramu itu?…… Tidak, dalam bayanganku mulutmu Kasumi-san kering.”

“Nah, kan? Jadi, kau tahu alasan kenapa kari itu manis?.”

“Rinka?”

“Benar!”

A-Aku terkejut. Aku tidak tahu bahwa Rinka adalah menyukai makanan manis…….

Aku berpikir bahwa dia akan baik-baik saja bahkan jika dia makan makanan yang sangat pedas.

“Rinka-neechan tidak suka dengan makanan pedas! Kemarin, Dia menangis hanya dengan menjilati cabai di udon yang dia makan!”

“Dia benar-benar tidak menyukainya, ya? Padahal menurutku itu lebih enak.”

Entah kenapa, tapi aku sedikit senang mengetahui sisi tak terduga dari Rinka.

Untuk beberapa alasan, aku merasa seperti berada di pihak pemenang.

“Kami ingin makan makanan pedas, tapi karena Rinka adalah satu-satunya yang bisa memasak. Jadi, kami tidak bisa protes.”

” Heeh~ . Apa kau tidak bisa masak, Kasumi-san?”

“Tidak, tidak, tidak, tidak mungkin bagiku! Beberapa hari yang lalu, aku mencoba membuat telur rebus di microwave dan meledak. Ahahahaha.”

“Yaay~! Ledakan~ ledakan~!”

“Itu bukan sesuatu yang bisa ditertawakan. Ini masalah serius.”

Jika ini adalah game, itu akan sama buruknya dengan menjual senjata utamamu secara tidak sengaja setelah menghabiskan beberapa minggu untuk meningkatkan nilai peningkatan.

Di zaman sekarang ini, sudah menjadi rahasia umum bahwa kau tidak bisa memasak telur dalam microwave.

“Kazuto. Ini pepatah yang harus kamu ingat.”

“……apa?”

Kasumi-san, yang duduk di hadapanku, menyeringai dan mendekatkan wajahnya ke wajahku.

“Hidup adalah sebuah ledakan.”

“Seni adalah ledakan, bukan begitu? Jika ada ledakan, semuanya berakhir, tahu?”

Jika Saito ada di sini, dia mungkin akan mengatakan sesuatu seperti ini,

‘Menurut perhitunganku, ada kemungkinan 1000% bahwa keluarga Mizuki gila!’

Saat aku melihat Kasumi-san yang cekikikan dengan mata setengah tertutup, aku mendengar suara pintu depan terbuka dengan keras.

Sepertinya Ibu mereka sudah datang …

“Ah, itu pasti mama~.”

Nonoa-chan bergegas ke pintu, dengan langkah menggemaskan.

Apa yang dia lakukan, itu terlalu imut.

Aku seorang siswa SMA. Tapi, aku sangat menginginkan seorang anak perempuan sekarang.

Kemudian Nonoa-chan menyeretnya masuk dan Ibu mereka akhirnya muncul――――.

“Pheewhhhaaa~ . Ah, berbahaya. Lantainya terlihat bergetar.”

…. Dia terlihat sangat mabuk.

Ibu Rinka, wajahnya diwarnai merah cerah, terhuyung-huyung pusing.

Oh, ngomong-ngomong, Kasumi-san memberitahuku sebelumnya.

Bahwa dia minum sedikit dengan teman-temannya sebelum dia pulang.

Benaran dia … cuma minum sedikit?

“Hei, Ibu. Aku malu. Tolong tenangkan dirimu.”

“Ahaha, maaf Rinka.”

Rinka, yang bergegas masuk dari dapur, memberikan segelas air kepada ibunya lalu meneguknya.

…. Perasaan apa ini?

Aku tidak tahu bagaimana menggambarkannya, tetapi itu benar-benar berbeda dari apa yang kubayangkan.

Dia adalah Ibu yang membesarkan Rinka, kan?

Dalam bayanganku dia adalah sosok seorang Ibu yang tegas. Tapi ….

Tidak, mengingat kepribadian Nonoa-chan dan Kasumi-san, akan aneh jika dia agak tegas.

Apakah itu artinya Rinka, yang tumbuh dengan pribadi yang tegas saja?

Tapi, jika itu Rin.. wajar saja.

“Ka.. mu, Ayanokouji…… Kazuto-kun, kan?”

“I-Iya …”

Suaraku agak gugup.

Saat Ibu Rinka menghamiriku, aku bisa mencium bau alkohol dari dirinya.

Dia juga meraih wajahku dengan kedua tangannya.

“Ara. Wajahmu imut. Apa kau laki-laki dari Johnnys |1|?”

“T-tidak, aku bukan dari mereka..”

“Sungguh? Sayang sekali, kenapa kau tidak melamar sekarang?”

Apa yang dia bicarkan?

Dia terlalu mabuk…

“Ayolah, Ibu. Jangan ganggu Kazuto-kun.”

“Mmm Rinkaa.”

Setelah itu, dia diseret oleh Rinka untuk duduk di sofa.

Dia tidak terlihat seperti seorang Ibu dari putri Idol populer.

“Kufufu, ini kejutan, bukan, Kazuto?”

“Itu …. Yah, sedikit.”

“Ibu kami biasanya sangat serius, tetapi ketika dia minum sedikit alkohol, dia berubah menjadi orang lain.”

“B-Begitu….”

Aku bertanya-tanya bagaimana dia biasanya.

Melihatnya dirawat oleh Rinka di sofa, mau tak mau aku berpikir dia tidak terlihat seperti orang yang sangat serius pada umumnya.

Aku terus mengamati mereka berdua dari kejauhan.

Rinka bertukar semacam percakapan dengan ibunya dan untuk beberapa alasan, dia berjalan ke arahku.

“Umm, Kazuto-kun. Ibuku memintaku untuk memberikan ini padamu.”

“Apa?”

Rinka agak ragu-ragu mengulurkan smartphone-nya kepadaku.

Aku menerimanya secara alami.

Tapi, aku langsung menyesalinya.

Apa yang ditampilkan di layar adalah sebuah video call dari seseorang dan orang itu memakai kacamata.

Yah, aku sudah bisa menebak siapa pria ini …

[Selamat malam. Kau pasti Ayanokouji Kazuto-kun. Aku Mizuki Mikio, Ayah Rinka]

“……Selamat malam.”

Astaga, mendadak sekali.

Adik perempuan → Kakak perempuan → Ibu → Ayah.

Ini adalah kejutan penuh dari keluarga Mizuki.

Aku bertemu dengan mereka semua dalam satu hari.

[Maaf, ya… aku menyapamu seperti ini. Aku tidak bisa pulang kerja]

“T-tidak, tolong jangan khawatir tentang itu.”

Sejujurnya, aku ingin bertemu denganmu secara langsung. Yah, meskipun tidak masalah jika melalui video call saja.

[Kudengar kau dan Rinka berpacaran …]

“U-Umm, Itu……. Ada sedikit kesalahpahaman tentang itu…….”

[Sebuah kesalahpahaman?]

Dia mengangkat kacamatanya dengan cepat dan mengeluarkan suara yang berat.

Tekanan ini sangat berat. Kalau begini terus, aku pasti akan terpaksa pulang.
Tekanannya tak tertahankan.

“Sebenarnya, aku sudah mengenal Rinka-san selama bertahun-tahun melalui game online. Dalam kehidupan nyata, kami hanya berteman(?) yang baru saja mulai berinteraksi.”

Aku mengakui semuanya dengan jujur.

Aku sudah sejauh ini karena aku tersapu oleh segala sesuatu yang lain, tapi kupikir lebih baik untuk menjelaskan semuanya pada Ayahnya.

Dialah yang paling membuatku takut, dan itulah mengapa aku harus jujur ​​padanya.

Bahkan jika dia membenciku, aku harus memberitahunya……

[Ayanokouji-kun]

“……Iya.”

[Jadi, dengan kata lain. Kau mengatakan bahwa keluargaku terbawa suasana. Apa itu yang kau katakan?]

“M-Maaf! Itu…… hanya kesan yang kudapat!”

Itu bukan ekspresi yang salah.

Maskudku, itu faktanya.

“……”

“……”

Keheningan yang berat menggantung di udara.

Mikio-san meletakkan tangannya di dagunya dan berpura-pura berpikir.

[….. Ayanokouji-kun]

“Y-Ya.”

[Aku mengerti situasimu. Mungkin tebakan ku benar]

“……?”

Ehh, apa maksudnya?

Aku mendengarkan kata-kata Mikio-san.

[Ayanokouji-kun. Aku pernah melewati jalan itu sebelumnya]

“A-Apa?”

[Lakukan yang terbaik.]

“A-Apa maksud mu? Kenapa pandangan mu begitu kepadaku!”

[Aku akan memberimu beberapa saran dari seorang veteran. Berani memilih pekerjaan yang membutuhkan banyak perjalanan!]

“Apa?”

Mikio-san berkata dengan suara misterius dan berat.

Aku tidak tahu apa yang dia bicarakan …

[Istriku adalah orang yang kusayangi. Tapi melelahkan terus-menerus, setiap hari. Aku tidak bisa menghilangkan rasa lelahku bahkan di pagi hari]

“Jadi apa yang Anda bicarakan? Aku tidak tahu apa yang Anda bicarakan!”

[Cinta terkadang membawa seseorang ke jalan keputusasaan ………….. Ukir kata-kata ini di hatimu]

“Tunggu seben-..”

Bip~ Bip~.

Panggilan video berakhir.

“……”

Kenapa mereka selalu mengabaikan kata-kataku dan menutup telepon di tengah jalan?

“Mikio-san……, apa yang terjadi padamu?”

Ini mungkin saat aku melihat sekilas kegelapan di keluarga Mizuki.

Mungkin terjadi sesuatu dengan ibu Rinka.

Sesuatu itu adalah sesuatu yang telah berlangsung lama dan masih berlangsung.

Ayah Rinka sudah memperingatkanku tentang sesuatu dalam panggilan video singkat.

“Apa kau sudah selesai, Kazuto-kun?”

“Y-Ya.”

Aku mengembalikan smartphone ke Rinka dengan tangan kananku, yang entah kenapa tidak berhenti gemetar.

Mungkin aku, sudah berada di lubang tanpa dasar yang tidak bisa kukeluarkan.

Ya, seolah-olah aku telah mengembara ke dalam game kematian di mana fungsi logout telah menghilang……

“Ada apa, Kazuto-kun?”

“Bukan apa-apa……”

Rinka dengan celemek dengan gaya rambut ponytailnya sangat imut.

Aku tidak mengerti apa yang Ayahya bicarakan, tapi mari kita nikmati saja saat ini.

Melarikan diri adalah keahlianku.

TLN:

Johnnys (ジャニーズ, Janīzu) adalah boy band Jepang yang diciptakan oleh Johnny Kitagawa sebelum pembentukan agensi bakat Jepang Johnny & Associates.

Grup ini dibentuk pada April 1962 dan berlangsung hingga 20 November 1967. Mereka dianggap sebagai salah satu grup idola pertama di Jepang. Johnnys juga merupakan singkatan dari “Johnny’s Jimusho” dan juga untuk talenta yang masuk ke agensi. Demi kenyamanan di Jepang, grup ini sering disebut “Johnny Generasi Pertama” atau “Johnny Pendiri”. Bagi mereka yang dianggap “bishōnen” istilah “Jenis Johnny” digunakan. Kata itu, meski mengacu pada penampilan seorang pria, tidak salah mengartikan kata “Ikemen”.

Comments

2 responses to “My Wife in The Web Game is a Popular Idol Chapter 18 Bahasa Indonesia”

  1. Koyuki says:

    Awokawokawok camer sama calon mantu sama sama korban :v

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *