Archive for Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Bahasa Indonesia

Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 24 Bahasa Indonesia
Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 24 Bahasa Indonesia

PURE LOVE x FUMBLE   Aku ingin kembali. Aku ingin kembali ke hubungan di mana Aku dapat memberi tahu Haruka bahwa Aku mencintainya tanpa ragu-ragu. Panggilan telepon hari itu membantuku meyakinkan perasaanku. Jika itu benar maka Aku tidak boleh mabuk oleh racun manis dari Shigure. Shigure cantik, baik hati, dan menawarkan segalanya padaku, seperti yang ku inginkan. Tetapi jika Aku menuruti perasaan itu, Aku hanya akan tenggelam lebih dalam. Aku harus menghadapi Haruka. Dan aku harus membuatnya percaya padaku. Bahwa aku tidak mengejar tubuhnya. Bahwa aku bukan pria yang secara impulsif akan menyakitinya. Jika dia percaya padaku, maka aku yakin Haruka akan memaafkanku untuk ciuman sebelumnya. Dan ikatan yang lebih kuat akan terbentuk di antara kita. Jadi pertanyaannya adalah, apa yang harus ku lakukan untuk membuatnya percaya pada Aku? Sejujurnya, Aku tidak tahu. Aku rasa Aku harus berbicara dengan Tomoe tentang ini… “Permisi?” “Oh, permisi! Selamat datang!” Tidak baik. Seorang pelanggan datang ke konter ketika Aku sedang melamun. Aku meminta Takeshi untuk mencarikan part time di toko obat ini jadi Aku bisa memberikan Haruka hadiah ulang tahun yang akan datang bulan Oktober. Aku dapat pekerjaan melalui referensi, jadi Aku harus melakukannya dengan benar. Aku menyalahkan diriku sendiri, mengambil barcode reader untuk melayani pelanggan yang datang ke kasir. — Wow. Wanita ini sangat cantik. Atau lebih tepatnya, Dia adalah seorang gadis cantik. Dari raut wajahnya dan warna rambutnya, menurutku dia bukan orang Jepang. Fitur wajahnya benar-benar tajam. Selain itu, dia tinggi, dan belum lagi itu besar. Tapi sikapnya elegan seolah-olah dia adalah seorang putri. Mungkin dia lebih muda dariku? Oh tidak… tidak bagus, tidak bagus. Aku hampir menjadi linglung lagi. Aku harus memberinya tagihan-nya dengan cepat. Tunggu, apa itu….? “….!” Aku membeku saat melihat barang yang dia bawa. Lipstik, Parfum, Minuman dingin, Sejauh ini ini biasa biasa saja. Tapi kotak persegi panjang dengan kata-kata “0,01mm” yang ditulis dengan huruf besar… adalah “Karet untuk s*x”. B-bahkan gadis secantik itu membeli barang seperti ini. Heh, heh, eh… Tidak…. Itu pasti karena dia cantik. Dalam kasusnya …. ku rasa itu untuk pacarnya. Aku merasa telah melihat sesuatu yang seharusnya tidak ku lihat. Jika Aku terlalu memikirkannya maka itu akan terlihat di wajah ku. Aku harus cepat. “Terima kasih banyak!” “~~~~!” Gadis berambut merah itu menyambar barang-barangnya dan lari seolah ingin kabur. Aku kira itu terlihat di wajahku. Jika demikian, Aku benar-benar minta maaf. “Hiromichi.” Setelah gadis itu meninggalkan toko, Takeshi yang berdiri di sampingku…

Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 23 Bahasa Indonesia
Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 23 Bahasa Indonesia

LAZY x SUMMER DAYS   1 Agustus. Itu adalah hari terpanas yang memecahkan rekor di Kanagawa. Ini adalah masalah besar bagi keluarga Sato, yang tidak memiliki AC. Kami menyiapkan meja di ruang tamu untuk mencoba menyelesaikan PR kami sebelum tengah hari. Tapi itu adalah ide yang buruk. Hari sudah sangat panas di pagi hari. Kami akhirnya kehabisan tenaga dalam waktu singkat. “P-panas…” “Ini bahkan lebih buruk…. Aku bahkan tidak bisa mengerjakan PR dalam cuaca seperti ini.” Shigure yang biasanya tidak menunjukkan penampilannya yang lemah di depanku, terkulai di atas meja dengan ekspresi sedih di wajahnya. Atau lebih tepat untuk mengatakan bahwa dia telah meleleh. Aku yakin Aku terlihat sama lemahnya. “Aku ingin AC …” “Apakah menurutmu kita bisa membelinya?” “Kita tidak bisa…” Orang tua kami menghabiskan banyak uang untuk pendidikan kami. Seiun adalah sekolah swasta. Dan itulah mengapa hidup kita lebih sulit. “Oh, Aku ingat. Konsol itu sepertinya sedang banyak diminati akhir-akhir ini. Jika Kamu menjualnya, kita dapat membeli AC.” “Nggak! Aku mencoba lima kali untuk memenangkan lotre di Big Camera, dan Aku hampir tidak bisa membelinya.” “… Tak masalah, tapi kenapa kamu tidak melepas lonceng angin-nya? itu terlalu berisik.” “… Naif bagiku berpikir bahwa jika aku memasang lebih banyak akan lebih dingin…” Aku menatap lima lonceng angin yang tergantung di jendela. Aku menemukannya ketika Aku sedang membersihkan kamar ayahku. Itu bukan hobi ayahku, jadi ku pikir itu mungkin kenang-kenangan ibuku, jadi Aku memakainya. Namun sejak beberapa waktu lalu, setiap angin bertiup sepoi sepoi, itu berbunyi ring-ring-ring-ring-ring. Aku berharap bel itu akan membawa lebih banyak angin sejuk untuk melawan panas yang berlebihan, tetapi sepertinya Aku hanya bersikap bodoh. Aku mengakui kesalahanku dan mengambli lonceng angin dan hanya menyisakan satu. … Tepat setelah Aku melepaskan lonceng angin, paduan suara belalang bergegas masuk ke dalam ruangan. Sensasi musim panas menyerbu semua inderaku, dan aku mulai merasa pusing. Saat itulah Shigure akhirnya membentak. “Aah. Aku tidak tahan lagi. Hentikan, Onii-san. Tidak peduli seberapa banyak yang Kamu masukkan ke dalam otakmu yang panas, itu akan meleleh begitu saja lewat telingamu.” * pei * Dengan jentikan, Shigure membuang pensil mekanik yang dia pegang dengan sekuat tenaga. “Kita bisa pergi ke perpustakaan… mereka punya kamar AC.” “Dalam panas yang gila seperti ini?” “…. Kita pasti akan mati.” “Aku tidak berpikir Aku bisa mengerjakan pekerjaan rumahku dalam keadaan ini. Mengapa tidak mengisi bak mandi dengan air? pastinya akan terasa nikmat.” Memang benar bahwa memaksa diri untuk mengerjakan…

Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 22 Bahasa Indonesia
Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 22 Bahasa Indonesia

CONFUSION x DISJOINT   Keesokan harinya, Haruka mengajakku berkencan karena setelah ini dia harus mengikuti kegiatan klub. Kami pergi ke pusat perbelanjaan dekat stasiun tempat kami melakukan ciuman pertama. Setelah itu, kami makan siang, menonton film, makan siang, dan istirahat minum teh. Itu adalah kencan yang sehat, tapi menyenangkan. Ya, itu seharusnya menjadi kencan yang menyenangkan. Karena… sepanjang waktu, hatiku tersendat oleh perasaan yang sangat berlawanan dengan kebahagiaan. Perasaan ini sama seperti yang ku rasakan saat takut memegang tangannya di pantai. Saat itu, ketika kami berjalan berdampingan dengan berpegangan tangan, Aku berpikir dengan ketakutan, apakah itu cengkaramanku cukup kuat? Apakah Aku benar saat memegang tangannya? Apakah dia akan berpikir itu tidak senonoh? Apakah ini terlalu intim? Selain itu, kecemasanku tidak berhenti pada tindakan saat berpegangan tangan belaka. Bahkan dalam percakapan santai, setiap kali sebelum berbicara, Aku cemas apakah Aku akan memberikan jawaban yang terbaik atau tidak. Apakah itu tidak nyaman baginya? Aku tidak ingin dia membenciku. Tidak lagi. Kencannya berjalan normal, tetapi Aku terus-menerus ketakutan. Itu tak tertahankan dan melelahkan. The Gears were Shifting.* [TN: Telah Berubah] Itu adalah kesalahan Dewa Laut sialan itu. Setelah apa yang terjadi … Haruka telah memberi label atas tindakanku dengan “menjijikkan”, dan menjaga jarak dariku, mengatakan bahwa dia tidak ingin menciumku seperti itu lagi. Ini menciptakan ketakutan akan Haruka di dalam diriku. Tetapi bahkan setelah Aku stres dengan pikiran-pikiran ini, Aku tidak dapat mengubah apa pun. Meskipun perhatian utamaku adalah bagaimana Aku harus mengatasi ketakutan ini? Bagaimana Aku bisa bersikap terhadap Haruka sealami sebelumnya? Aku tidak bisa memikirkan apa-apa… sama sekali. Aku ketakutan sepanjang hari. Pada akhirnya, Aku pulang ke rumah dengan kelelahan tanpa saling berciuman. “Oh, selamat datang kembali, Onii-san.” Orang yang menyambutku dengan senyuman adalah Shigure, mengenakan celemek tipis di atas pakaian kasualnya. Saat aku melihatnya, hatiku yang lelah sedikit bersorak. Dengan sedikit energi dalam diriku, Aku tersenyum. “… Aku pulang. Apakah Kau sedang menyiapkan makan malam sekarang?” “Iya. Hari ini kita memiliki daging-sayur tumis yang terkenal, meskipun tanpa daging.” “Bukankah itu hanya sayuran tumis?” “Nggak. Ini tidak mengandung daging, tetapi rasanya ditingkatkan karena lemak, jadi sekarang menjadi daging-sayur tumis yang luar biasa.” “Mereka menyebutnya penyesatan.” “Aku tidak punya pilihan. Aku menghemat uang yang kita habiskan untuk perjalanan kemarin, tunggu sebentar, nasi akan segera siap.” “… Baik.” Aku dapat berbicara dengan Shigure, yang memiliki wajah yang sama dengan pacarku tanpa ragu-ragu. Sambil mendesah, aku duduk di atas tikar tatami di ruang tamu….

Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 21 Bahasa Indonesia
Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 21 Bahasa Indonesia

RIPPLE x MIDNIGHT   Kami masih memiliki sekitar setengah hari tersisa untuk dinikmati. Selanjutnya, kita akan bermalam untuk bersantai. Untuk makan malam, kami menyiapkan barbekyu seperti yang diminta Haruka. Kami menaruh daging dan sayuran di atas tusuk sate besi dan memanggangnya di atas kompor. Ini masalah besar. Aku bertanggung jawab untuk barbekyu. Aku juga bertugas merakit tenda. Sejak Aku masih kecil, Aku sering pergi berkemah dengan ayahku. Itulah mengapa Aku tahu tentang hal-hal ini. Saat kami memasak, Shigure menyarankan, “Bukankah lebih mudah memakan ini jika kita memotongnya menjadi potongan-potongan kecil dan memasaknya seperti daging panggang?” Tapi tidak, bukan itu cara kami membuat barbekyu. Pada akhirnya, kami semua menyantap daging asap yang telah dibumbui dengan saus, garam, dan rempah-rempah sembari mulut kami terolesi dengan minyak. Aku bersikeras bahwa seluruh pengalaman ini adalah tentang seperti apa itu memakan barbekyu , dan kami melanjutkannya. Barbekyu, yang dibuat dengan filosofi ayahku, menjadi terkenal untuk semua orang. Belum lagi bahkan mahasiswi universitas yang keras kepala, Torako-senpai, memujiku yang mana sangat jarang terjadi. Haruka memiliki senyum manis yang terpancar di wajahnya. Yang terpenting, Shigure mengakui keterampilan memasakku dan berkata, “Ini adalah pengalaman yang baru,” yang membuatku merasa puas. Setelah mengisi perutku dengan barbekyu, rasa lelah seharian menghantamku dengan lonjakan rasa kantuk. Ku kira itu sama untuk semua orang. Sejak saat itu, kami tidak banyak bergerak, hanya mengobrol, bertanya kepada Torako-senpai seperti apa universitas itu, dan menunjukkan video lucu di ponsel kami. Tetapi secara bertahap, setiap orang mulai berbicara semakin sedikit. Kemudian Takeshi mulai linglung, dan kami kembali ke tenda masing-masing untuk pria dan wanita yang sebelumnya sudah terpisah. Tapi aku tidak bisa membiarkan rasa kantuk menguasai diriku. Lagipula, Aku mempersiapkan banyak hal untuk acara yang akan datang. Saat itu tengah malam, dan semua orang mungkin sudah tidur. Aku menyelinap keluar dari tenda, teredam oleh dengkuran Takeshi yang seperti banteng. Haruka sudah menungguku di luar. “Ehehe. Hai.” “Apakah aku membuatmu menunggu?” “Tidak, Aku baru saja datang ke sini.” Kemudian Haruka melihat ke langit. “Luar biasa, bukan? Aku tidak percaya berapa banyak bintang yang ada…tapi ini indah.” “Benar. Sekarang lampu lampu sudah mati, Aku bahkan bisa melihat Bima Sakti jauh lebih jelas dari sebelumnya.” “Apakah itu Altair? Aku belum pernah melihat begitu banyak bintang sebelumnya.” “Karena kita di sini, mengapa kita tidak pergi lebih dekat ke laut? Aku menemukan tempat yang bagus saat di siang hari.” “Baik. Ayo pergi.” Haruka memegang tanganku, terlihat penuh energi bahkan setelah bermain…

Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 20 Bahasa Indonesia
Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 20 Bahasa Indonesia

YOUTH x SEASIDE   Liburan musim panas yang sudah lama kutunggu akhirnya dimulai. Musim panas berarti pantai. Dan jika berbicara tentang pantai di Kanagawa, Shonan mungkin adalah tempat pertama yang terlintas di benak semua orang. Ini adalah tempat rekreasi musim panas yang populer yang telah menjadi latar untuk banyak manga dan drama TV. … Padahal, pada dasarnya Aku adalah orang yang suka berada di dalam ruangan, jadi mengapa Aku harus repot-repot keluar di bawah terik matahari di musim panas ini? Musim panas kemarin, Aku di rumah bermain game atau belajar, dan bahkan tidak pernah berpikir untuk mendekati pantai, tapi tidak dengan tahun ini. Karena Aku punya pacar untuk tahun ini. Tidak mungkin aku tidak pergi ke pantai di musim panas saat aku punya pacar. Aku tidak sabar untuk melihatnya dengan pakaian renang … Aku tidak akan membiarkan musim panas berakhir tanpa hal itu… Jadi kami tiba di perkemahan tepi pantai di Shonan. Begitu turun dari mobil, kami disambut oleh suara deburan ombak dan aroma laut. “Wow! Biru sekali!” “Wah! Itu laut… laut! Aku belum pernah ke sini sejak tahun keduaku di SMP, Hiromichi! ” “Betul sekali. Aku ingat bau ini, ini nostalgia. Meskipun kami tinggal di Kanagawa, Aku tidak sering datang ke sini. Shonan benar-benar….. Bagaimana denganmu, Haruka? ” “Tidak, Aku belum pernah ke pantai sejak kelas dua. Ketika Aku di kelas tiga, Aku menghabiskan seluruh musim panas untuk belajar untuk ujian. Bahkan saat aku bersama teman-temanku, kami hanya pergi ke kolam renang. ” “Yah, aku tahu saat ini ramai dengan orang-orang dari prefektur lain di sepanjang tahun ini, jadi kecuali seseorang mengambil inisiatif, kita tidak akan pernah kepikiran tentang pergi ke Shonan untuk bersenang-senang. ” “Selain itu, laut membuat rambutku kasar.” Oh. Jadi anak perempuan juga memiliki masalah seperti ini. Ngomong-ngomong, aku benci kalau pasir menempel di sandalku. Ini siklus yang mengerikan karena jika Aku mencucinya, lebih banyak pasir yang akan tersangkut. “Tapi, Hiromichi-san. Ada banyak orang di sini, tapi sekarang tidak terlalu ramai, kenapa bisa begitu?” “Karena tempat ini adalah salah satu titik yang rendah dan ombaknya tinggi, jadi lebih sedikit orang yang ke sini.” Seorang wanita cantik berambut pirang yang mengenakan T-Shirt bermotif harimau keluar dari kursi pengemudi dan menjawab Shigure. Dia adalah Torako Iizawa, pacar Tomoe dan seorang mahasiswi. Dia dua tahun lebih tua dariku, Tomoe, dan Takeshi Kami bertemu dia di SMP. “Senpai! Terima kasih telah mengantarkan kami ke sini!” “Aku tidak keberatan. Ini adalah…

Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 19 Bahasa Indonesia
Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 19 Bahasa Indonesia

CHEERFUL x MTG   Saat itu pertengahan bulan Juli, ujian akhir yang mengesalkan telah usai dan liburan musim panas sudah dekat. Malam itu, setelah makan malam, Aku menolak permintaan Shigure untuk menonton beberapa drama TV bersama, dan membentuk tim online dengan Tomoe, Takeshi, dan Haruka memainkan game untuk pertama kalinya dalam beberapa saat. “Hei Takeshi! Kamu terlalu terburu-buru! Mundur sedikit!” || “Aku akan menggunakan Kekuatan Pablo-ku untuk membongkar itu! Ora-Ora-Ora-Ora-Ora-Ora—— Ah, mati!” “T-tunggu!” || “Setidaknya jatuhkan sesuatu yang berguna sebelum kau mati!” Dengan obrolan suara grup LINE dengan mode pengeras suara, kami berempat membuat banyak suara, melampiaskan stres yang terkumpul dari ujian akhir. || “Oh maaf! Aku juga mati!” “Tidak apa-apa, Haruka.” || “Yah, itu tidak dapat membantu jika Kau berada dalam posisi yang kurang menguntungkan.” || “Tunggu… Kenapa kalian memperlakukanku dengan tidak adil?” “Tidak mungkin kami bisa memperlakukanmu seperti Haruka. Itu salahmu ” || “Betul sekali.” Ngomong-ngomong, kami sedang memainkan Turf War di “Splatoon 2”. Ini adalah game multiplayer di mana karakter komikal yang lucu saling menembak secara bertahap dengan berbagai aturan. Tapi karakternya menembakkan tinta, bukan peluru, jadi ini adalah game menyenangkan yang bisa dinikmati oleh anak-anak. Ya, jika mereka tidak kecanduan. || “Aku tidak bisa menahannya. Meskipun Aku pemain peringkat X, sulit bagiku untuk melawan empat pemain sekaligus… Oh, Aku tidak bisa mengalahkan Jeppa dan Marumi! Sayonara.” || “Apa yang harus Aku lakukan? Aku pergi ke arah yang salah. ” || “Tidak, tidak apa-apa Haruka-chan. Sangat disayangkan Marumi membunuhku. Masih ada 3 detik tersisa untuk Hiro Special Move.” || “…. Oh. Apa itu Stingy Ray lagi, Hiromichi?” [TN: ??? (pelit, murahan)] “Aku tidak curang. Ini permainan yang adil.” Ada beberapa syarat kemenangan dalam game ini, dan dalam mode ini, yang harus Kau lakukan adalah menutupi sebagian besar wilayah dengan tinta tim milikmu! Aturan ini memiliki strategi kemenangan yang hanya bisa digunakan di akhir permainan. Itu adalah Sting Ray. Selang bertekanan tinggi ini memungkinkan menembak kumpulan tinta yang tebal dengan jangkauan tak terbatas dan mampu menembus dinding. Selain itu, menembak dari balik dinding menunjukkan jika ada musuh di belakangnya, membuat senjata ini mematikan, bahkan saat digunakan di balik pelindung. || “Wow ~. Musuh tidak bisa menghindarinya.” || “Bisa ku katakan dalam permainan semacam ini, musuh lain pada akhirnya akan keluar.” || “Itu jahat. Benar-benar jahat. Bukankah otot-otot di hatimu akan berteriak jika kamu melakukan hal yang begitu keji.” “Itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Jika mereka memiliki…

Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 18 Bahasa Indonesia
Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 18 Bahasa Indonesia

COLD x SISTER   “38,5 C…. Ini cukup tinggi.” Keesokan paginya, suhu tubuhnya sangat tinggi saat kuperiksa. Shigure terkena demam. Aku mendengar kemarin sekitar tengah hari,dia merasa sedikit lesu dan ketika dia kembali ke rumah di malam hari dia mengalami demam tinggi. Sambil berbaring di kasur kamarnya, Shigure mendesah. “Ini … Ini kutukan karena hujan turun akhir pekan kemarin.” “Aku tidak bisa menyalahkanmu karena tidak membawa payung karena cuaca cerah pada siang hari, tetapi bisakah Kau membelinya di suatu tempat?” “Aku heran kenapa aku tidak membelinya?” Ada apa dengan jawaban yang tidak jelas itu? “Tidak, maksudku, aku tidak ingat apa yang terjadi.” Apa yang dia katakan tidak sesuai dengan karakter murid yang genius. “Ngomong-ngomong, aku lupa bertanya, tapi apa yang kau lakukan di stasiun akhir pekan ini? Dan Kau bahkan mengenakan pakaian yang tak biasa kau kenakan.” “…. Hmm. Itu rahasia.” “Sekarang kau bertingkah seperti orang asing?” “Aku sedang tidak ingin membicarakannya sekarang. Cewek punya banyak rahasia, lho. *Ugugh” [TN: Batuk] Karena demam, dia mengalami sakit tenggorokan dan sepertinya dia kesakitan. … Aku sedikit penasaran mengapa dia berpakaian seperti sedang berkencan. Tapi aku tidak bisa membiarkan dia bicara terlalu banyak. Aku tidak akan menekannya lebih jauh. “Um… Onii-san, aku akan mengambil cuti. Bisakah kamu memberi tahu guru tentang itu?” “Oh, baiklah.” “Juga, Onii-san, makan siangmu ada di lemari es.” “Jangan khawatir dan kembali tidur. Aku harus mengganti kantong ice mu.” “Baik…” Aku menepuk keningnya, dan menyuruhnya untuk tidak khawatir… Dia mengangguk, menutup matanya, dan segera tertidur. Meraih kantong es yang meleleh dalam semalam, aku meninggalkan kamarnya dan menuju ke dapur. Aku mencuci kantong es karet dengan air dan menaruhnya di freezer. Benda ini harus siap digunakan lagi siang nanti. Lalu Aku membuka lemari es. Di dalamnya ada Ziplock yang penuh dengan Salmon Acar. Dia pasti sudah menyiapkannya tadi malam. “… Jika kau kembali lebih awal, kau seharusnya langsung saja beristirahat, idiot.” Aku mendesah tak percaya. Bagaimana orang bisa begitu rela melakukan banyak upaya untuk orang lain? Ketika Aku sendirian, Aku bahkan tidak bisa membuat roti di pagi hari, bahkan untuk diriku sendiri. Aku bertanya-tanya apakah itu karena dia mencintaiku. “… Ya ampun.” Aku menghela nafas panjang dan menelepon sekolah. *** Shigure mengatakan dia tidak nafsu makan, tetapi jika dia tidak makan, dia tidak akan sembuh. Jadi Aku memutuskan membuat bubur untuknya. Aku mengambil ponselku dan mencari beberapa resep bubur yang mudah. Aku mencari bahan-bahan yang tersedia di lemari es yang…

Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 17 Bahasa Indonesia
Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 17 Bahasa Indonesia

8PM x ETIQUETTE   Setiap kali Haruka mengatakan dia akan terlambat karena clubnya, biasanya sampai jam 20:00, yang merupakan waktu sekolah tutup. Jadi Aku menghabiskan waktu di perpustakaan dengan mengerjakan beberapa pekerjaan rumah dan belajar mandiri sampai jam 6 sore. Lalu pergi ke game center terdekat dengan Takeshi, yang baru saja kembali dari clubnya. Lalu, sesaat sebelum waktu tutup, aku menuju club drama tempat Haruka berada. Klub drama terletak di sebuah prefab hut di dekat gym. [TN: prefab hut = struktur bergaya kabin] Anggota klub selalu berganti pakaian di sana dan berlatih di panggung gym. Hari ini, tim bola voli dan bola basket pergi lebih awal, tetapi mereka masih berlatih. Semua anggota klub, termasuk Haruka, berkeringat begitu banyak terlihat seperti baru saja disiram dengan seember air. Aku selalu bertanya tanya apakah klub drama di sini lebih seperti klub olahraga dibanding klub budaya. “Oh, Pacar-kun. Lama tidak bertemu.” “Selamat malam, ketua tim.” “Menunggu Haruka? Kami minta maaf untuk mengganggu pasangan after-five*.”[ID: waktu sendiri untuk kekasih setelah jam 5 sore] Seorang senior tahun ketiga dengan santai memberi tahuku. Dia adalah seorang gadis cantik dengan mata bulat besar yang terlihat lelah, sedikit lebih tinggi dariku, dengan rambut hitam bergelombang sepanjang pinggang. Dia adalah kepala klub drama, masih dengan pakaiannya. Aku telah mengunjungi klub drama beberapa kali demi Haruka, begitu banyak anggota di sini yang tahu tentang hubunganku dengan Haruka. “Haruka, dia tampil sangat baik akhir-akhir ini.” “Aku mendengar. Dia bilang dia dipromosikan menjadi daikon dengan rasa yang enak.” [TN: Daikon: Aktor Buruk] “Ha ha ha. Betul sekali. Ketika dia menjadi anggota baru, dia terlihat seperti gadis membosankan yang memiliki wajah cantik tetapi tidak bisa tampil bagus di atas panggung. Kamu tahu, dia bukan pembohong yang baik. Itulah sebabnya siapa pun dapat melihat bahwa dia sedang berakting.” Aku setuju. Tidak seperti Shigure, wajah Haruka menunjukkan apa yang dia pikirkan. Aktor seharusnya berbohong dengan seluruh tubuh mereka, jadi mungkin Haruka bukan tidaklah cocok untuk pekerjaan ini. “Tapi belakangan ini, aktingnya menjadi jauh lebih realistis. Dia masih belum terlalu lihai, tapi Aku bisa merasakan gairahnya sekarang. Bisa dibilang bahwa sifat-nya, yang ditutupi oleh skillnya yang lemah, telah keluar. Jika Haruka bisa memberikan penampilan yang menarik, Aku mungkin bisa menulis sebuah skenario di mana dia akan berperan sebagai pemeran utamanya.” “Eh? serius?” “Sangat Serius. Melihat Haruka akhir-akhir ini benar-benar membangkitkan jiwa kreativitasku. Oh, dengan gadis kecil lucu yang sedang jatuh cinta seperti dia, aku bertanya-tanya… tragedi macam…

Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 16 Bahasa Indonesia
Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 16 Bahasa Indonesia

SWEET x POISON   “Um, Sato-kun. Apakah kamu mengingatku?” SMA Seiun terletak di atas bukit tertinggi di kota. Di belakang gedung sekolah, Aku memandang keindahan kota melalui pagar. Hari itu, sepulang sekolah ketika bunga sakura bermekaran, aku dipanggil oleh gadis asing dari Kursus Reguler dan menanyakan pertanyaan seperti itu. Panik karena seorang gadis asing memanggilku seperti ini, aku mencoba yang terbaik untuk menyembunyikan kegugupanku. Aku terpana dengan kecantikannya. Matanya bersinar seolah-olah itu adalah permata. Rambut hitamnya melambai karena angin. Pinggang ramping dan kaki rampingnya mirip dengan idol yang ada di TV. Pada saat itu, Aku menyadari bahwa dia sangat cantik. Aku tidak pernah mengenal orang seperti dia. Jika aku pernah berbicara dengan gadis secantik itu, itu akan menjadi masalah besar bagiku. Terakhir kali aku berbicara dengan seorang gadis adalah SMP. Jika aku pernah bicara dengannya Aku tidak akan melupakannya. Nyatanya, Aku akan mengingat momen pertemuan itu. Itulah mengapa Aku mengatakan kepadanya bahwa Aku tidak mengingatnya. Dia menurunkan alisnya karena kecewa. “Um, Ah… Kamu tahu, aku Haruka Saikawa. Kita berada di tempat penitipan anak yang sama di kelas empat.” Aku terkejut. Saikawa. Aku ingat gadis itu. Itu tepat setelah kematian ibuku dan ayah Aku sangat sibuk pada saat itu. Jadi Aku dikirim ke penitipan selama satu tahun di kelas empat. Dia adalah satu-satunya siswa yang seumuran denganku. Tapi yang mengejutkanku bukan karena kami bertemu lagi setelah sekian tahun, tapi kesanku tentang Saikawa telah berubah total dari apa yang ku ingat. Itu karena Saikawa yang kuingat bukanlah gadis dengan kepribadian yang berani seperti ini. Benar bahwa sekarang dia telah dewasa, tetapi saat itu dia adalah gadis yang pemalu. “Um, dan… Saat aku di sekolah dasar, banyak hal yang terjadi dan aku sendirian sampai aku bertemu denganmu, Sato-kun.” Sendirian. Itu mengerikan. Dia selalu memiliki wajah yang sedih, tubuh kurus dan rambut yang tidak terawat. Pada saat itu, hanya dengan melihatnya saja terasa tidak nyaman. Tempat penitipan anak diperuntukkan bagi anak-anak yang lebih muda, dan Saikawa kesulitan berbicara dengan mereka. Mereka tidak ingin bermain dengan Saikawa yang mana lebih tua dari mereka. Dan alasan aku begitu agresif terlibat dengan Saikawa adalah karena aku merasa kasihan padanya. Aku mengundangnya untuk bermain berbagai permainan denganku, membawa komik dari perpustakaan untuk dibaca bersamaku, dan menggelitikinya tanpa perasaan. Sangat menyenangkan melihat senyumnya yang jauh lebih baik dibandingkan dengan ekspresi suramnya yang biasa. Aku mengingatnya dengan baik. Namun, itu hanya untuk satu tahun, dan setelah itu Aku meninggalkan tempat…

Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 15 Bahasa Indonesia
Kanojo no Imouto to Kiss wo shita Chapter 15 Bahasa Indonesia

OVERWRITING x FIRST KISS   Suara hujan di sisi lain jendela terdengar sangat jauh. Kelembapan musim hujan yang menempel di kulitku bahkan tidak menggangguku sekarang. Kesadaranku diserap oleh gadis di depanku. Satu-satunya suara yang sampai ke telingaku adalah suara nafas kami. Kulitku merasakan panas dari tubuhnya. Satu-satunya hal dalam penglihatanku adalah sosok pacarku yang cantik, yang ku temui di SMA. Tapi…. Aku kehilangan akan pandangan semua itu. Wajah kekasihku mendekati wajahku, dan bibir kami bertemu. Ciuman. Dorongan lembut di bibir. Saat itu, semua indraku diambil alih dengan sentuhan bibirnya. “Aku mencintaimu… hm…” Ciuman itu lembut, seolah itu bukti cinta kita, panas seolah membara. Sebuah sentuhan yang berbeda dengan tangan atau kulit, membuatku pusing seolah-olah sedang mabuk. Ketika membuka mata, Aku melihat diriku tenggelam di matanya. Matanya dipenuhi dengan cinta, saat air mata mengalir panjang di belakang bulu mata panjangnya. “Onii-san…” Dia bergumam. Sekilas kulihat lidahnya mengintip dari mulutnya yang basah dengan air liurku. Aku belum pernah melihat warna lidah orang lain. Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan dari sini. Aku ingin tahu apa yang akan terjadi, jika aku menyerahkan diriku padanya seperti ini. Jantungku berdetak semakin cepat. Apakah itu ketakutan atau antisipasi? Tapi kemudian itu terjadi. *Ping-pong* “Hm…” Aku mendengar nada dering dari ponselku. Itu adalah suara pembaruan aplikasi. Suara yang familiar menarik kesadaranku kembali ke kenyataan. Apa-apaan ini… Apa yang terjadi?… Darah membara di sekujur tubuhku sampai menyembur keluar, sekarang mengalir kembali, membuatku pucat. Karena tepat di depanku adalah kembaran pacarku Haruka yang memiliki wajah yang sama dengannya! “Menjauh dariku, Shigure!” “Kya” Aku mendorongnya menjauh dariku. “Apa yang kau lakukan. Sudah cukup dengan leluconmu.” Bukan hal yang aneh baginya untuk bermain-main denganku. Aku telah mengalami banyak lelucon serupa, sejak kami menjadi saudara tiri setelah orang tua kami menikah lagi sebulan yang lalu. Tapi kali ini, dia bertindak terlalu jauh. Bibir basah Shigure terbuka, dan dia berkata, “Apakah itu terlihat seperti lelucon bagimu?” “Kau…” Aku kehilangan kata-kata. Matanya yang mengilap dipenuhi dengan kasih sayang yang sama seperti sebelumnya. Saat aku menatapnya, hatiku mulai memanas lagi. … Aku tahu. Aku hanyalah seorang perawan yang baru punya pengalaman dua bulan berpacaran tapi Aku tahu apa artinya jika seseorang melihatku seperti ini. Aku tahu bahwa dia lebih serius dari sebelumnya. ‘Onii-san, Maukah Kamu berpacaran denganku?’ Selingkuh. Itulah yang dia sarankan kepadaku. Dan cintanya yang kuat terhadapku adalah bukti bahwa dia tidak bercanda. Benar. Aku belum pernah merasakan gairah seperti itu sebelumnya,…