My Wife in The Web Game is a Popular Idol Chapter 06 Bahasa Indonesia

Now you are reading My Wife in The Web Game is a Popular Idol Bahasa Indonesia Chapter Ch.06 at Kuma Translator.

“… Sudah hampir waktunya.” (Kazuto)

Itu hanya beberapa menit sebelum 9:00 malam.

Aku sudah login dan melihat layar komputerku.

Apa yang ditampilkan di layar adalah seorang pemuda seperti prajurit yang sedang memancing di pantai.

Itu adalah karakter yang aku gunakan. Jobnya adalah warrior.

Warrior yang menggunakan pedang dan perisainya untuk bertarung satu lawan satu.

Namun, karena keterampilan penambangannya yang tidak biasa, ia telah tumbuh menjadi pria yang terlihat lebih baik dengan Pick Axe daripada pedang.

Dan sekarang dia adalah seorang nelayan.

“Ah… aku mendapatkan ikan. Bukan, sialan, itu sepatu bot.” (Kazuto)

Aku segera membuang nya dari tasku.

Itu adalah sampah yang tidak berharga.

Aku mendapatkan kembali ketenanganku dan mulai memancing lagi.

Aku mungkin bisa mengobrol dengan Rin saat memancing hari ini.

Pada dasarnya, aku jarang bermain dengan Rin di hari sekolah.

Bahkan jika kami melakukannya, itu tidak sampai  20 atau 30 menit.

Sebelumnya, aku mengira dia sibuk dengan kehidupan nyatanya.

Tapi sekarang, aku bisa mengerti kenapa aku hanya bisa bermain dengannya di hari libur.

Aku rasa Mizuki-san sangat sibuk dengan kegiatan idolanya sehingga dia tidak punya banyak waktu luang selama seminggu.

“… Ini lebih normal dari yang kuduga.” (Kazuto)

Aku berharap untuk menjadi lebih gugup, tetapi aku terkejut melihat betapa santainya diriku.

Ketika aku memikirkan hal itu, itu adalah hal yang wajar.

Aku baru saja mengetahui siapa Rin sebenarnya.

Tapi bukan berarti dia telah menjadi orang yang berbeda.

Lagipula, lingkungan game online membawaku kembali normal.

“Rin, aku tidak sabar menunggumu datang.” (Kazuto)

Aku menunggu beberapa menit sambil memancing, dan kemudian.

[Rin-san telah Login], pemberitahuan itu muncul di kotak chat di bagian bawah layar.

(TLN : Biasanya di Game RPG ada notif kalau temen kalian login kendalam game)

Aku memutuskan untuk mengiriminya pesan singkat.

[Selamat datang ~ aku sedang memancing sekarang.] (Kazu)

[Hee~, tidak biasanya! Aku tidak percaya Kazu sedang memancing!] (Rin)

A-Ah, itu Rin yang sama.

Aku bertanya-tanya seperti ‘siapa’ akan datang, tapi kurasa itu datang sebagai Rin.

[Aku akan ke sana sekarang ~] (Rin)

[Baiklah.] (Kazu)

Aku terus memancing di pantai.

Tak lama kemudian, Rin muncul dengan menunggang kuda.

Setelah turun dari kuda, Rin berjalan di sepanjang pantai dan mendatangiku.

Dia adalah elf dengan pakaian yang sangat terbuka.

Setelah sekian lama, aku bertanya-tanya apakah ini hobi Mizuki-san…

Aku entah bagaimana menebaknya, tapi segera melanjutkan pembicaraan.

[Ini tidak biasa bagimu untuk mengajakku berbain di hari Senin.] (Kazu)

[Setelah apa yang terjadi hari ini, aku ingin bermain denganmu, meski hanya sebentar.] (Rin)

[Begitu ya.] (Kazu)

Tanpa sadar aku mengendurkan pipiku.

Aku benar-benar bahagia.

Terlepas dari apakah itu Mizuki-san atau bukan.

Rin memegang pancing dan melemparkan umpan ke laut.

Kami berdua mulai memancing berdampingan.

Itu adalah pemandangan yang sering aku lihat dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan pada hari kami memberitahu identitas satu sama lain, tidak ada yang berubah di layar.

[Kurasa sekarang aku bisa mengatakan ini. Sebenarnya, aku gugup sepanjang waktu di sekolah ~] (Rin)

[Gugup? Kenapa?] (Kazu)

[Bukankah wajar jika aku gugup ketika aku pikir aku akan bertemu Kazu secara langsung?] (Rin)

[Kau sama sekali tidak terlihat seperti itu. Apa yang bisa aku lihat adalah kau sedang membaca buku pagi ini.] (Kazu)

[Aku hanya bertingkah seolah membaca. Aku bahkan tidak ingat apa-apa tentang isi buku itu.] (Rin)

Jadi itu yang terjadi.

Sepertinya bukan hanya aku yang gugup.

[Jadi ketika mataku bertemu mata Kazuto-kun, aku tidak tahu harus berbuat apa, jadi aku melambaikan tanganku.] (Rin)

[Aah, jadi seperti itu.] (Kazu)

[Aku sangat senang kau membalas salamku. Bukankah Kazuto-kun gugup juga?] (Rin)

[Aku benar-benar sangat gugup, kau tahu. Aku sangat gugup sehingga aku harus pergi ke kamar mandi di pagi hari.] (Kazu)

[Itu terlalu berlebihan. Namun, Kazuto-kun sepertinya tidak gugup.] (Rin)

Tidak, aku benar-benar gugup.

Malahan, aku pikir aku lebih ‘gugup’ daripada orang lain di planet ini pada saat ini.

[Saat istirahat makan siang, ketika aku mencoba untuk berbicara dengan Kazuto-kun, aku sedikit tergagap… Aku merasa sangat malu dan wajahku menjadi panas, aku pikir api akan keluar dari wajahku.] (Rin)

[Kau tergagap? Aku pikir kau normal.] (Kazu)

[Tidak. Aku benar-benar gagap.] (Rin)

Berbicara tentang hal itu…

Pada saat itu, Mizuki-san hanya mangatakan beberapa kata dan segera meninggalkan kelas.

Dia selalu terlihat benar-benar tanpa ekspresi, jadi sulit untuk memahami emosinya, tetapi ketika dia memberi tahuku apa yang dia pikirkan, aku merasa dia sangat imut.

Kami terus berbicara tentang diri kami.

Percakapan berlanjut tanpa jeda, dan pembicaraan mengalir dengan lancar.

Dan ketika aku menyadari

[Ah, sudah terlambat…] (Rin)

Satu jam telah berlalu dalam sekejap mata.

Sekarang sudah pukul 10:12 malam.

Sampai saat ini, Rin selalu memastikan untuk log out pada pukul 10:00 malam.

Dia sudah sedikit berlebihan.

[Apakah kau akan segera tidur?] (Kazu)

Aku bertanya dengan acuh tak acuh, dan setelah beberapa detik, jawaban singkat datang – [Ya.]

“…” (Kazuto)

Keheningan yang canggung mengikuti.

Haruskah aku mencoba mengobrol lebih banyak dengannya?

Sambil merenung sebentar, aku menerima pesan dari Rin.

[Apakah kau memiliki headset dengan mic?] (Rin)

[Aku memilikinya, tapi kenapa?] (Kazu)

[Kenapa kita tidak menggunakan obrolan suara lain kali?] (Rin)

[Tentu, ayo kita lakukan.] (Kazu)

Begitu, dia tidak perlu menyembunyikan identitasnya lagi, jadi mengapa kita tidak mengobrol dengan suara kita?

Aku tidak bisa menemukan alasan untuk menolak usulan ini.

[Dan selain itu, apakah ksu bebas Sabtu malam berikutnya? Aku Nana dan aku akan  bermain bersama.] (Rin)

[Aku bebas. Selalu siap, apapun yang terjadi.] (Kazu)

[Itu melegakan. Aku tidak akan bisa login sampai hari Sabtu, jadi kau harus menahannya dengan baik.] (Rin)

[Sangat disayangkan. Kalau begitu, aku akan bermain sendiri] (Kazu)

[Ahaha, Kalau begitu… selamat malam, Kazuto-kun. Sampai jumpa besok di sekolah.] (Rin)

[Ya selamat malam. Sampai jumpa besok.] (Kazu)

Rin menghilang dari layar.

Notifikasi [ Rin-san telah log out ] muncul di kolom chat.

“… Haruskah aku pergi tidur juga?” (Kazuto)

Biasanya, aku akan tetap login sampai jam 11 malam.

Namun, aku sekarang dipenuhi dengan rasa kenyang yang misterius.

Aku hanya ingin berbaring di tempat tidur sementara aku berendam dalam perasaan menyenangkan yang tersisa ini.

“Hari ini adalah hari yang menyenangkan, ya …” (Kazuto)

Lebih tepatnya, kehidupan sehari-hariku telah berubah sejak malam sebelumnya.

Aku bertanya-tanya apa yang akan terjadi mulai sekarang.

Saat aku berbaring di tempat tidur, aku memikirkan Mizuki-san sampai aku tertidur

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *