SELAMAT DATANG DI WEBSITE SEDERHANA INI :)

I Became Friends with the Second Cutest Girl in My Class Chapter 13 Bahasa Indonesia

Makan malam bersama gadis paling imut kedua di kelasku

Kami melewati sekelompok anak SMA dari sekolah lain ketika kami mengitari toko obat dan memasuki restoran tempat Asanagi sebelumnya membuat reservasi.

 

“Ini… Restoran Kushikatsu ?” [TN: Kushikatsu adalah daging/sayuran sate yang digoreng]

 

“Ya. Maksudku, bukankah sudah jelas dari papan nama?”

 

Seperti yang Asanagi katakan, ada papan nama toko yang menerangi gang sempit itu. Jelas, aku bisa membacanya, tetapi bukan itu yang kumaksudkan ketika aku mengajukan pertanyaan kepadanya.

 

“Entah kenapa tempat ini lebih terlihat seperti Izakaya… Apa kita benar-benar akan makan di sini?” [TN: Izakaya pada dasarnya adalah bar bergaya Jepang]

 

Waktunya tepat sebelum jam kerja. Jadi, tempat itu tidak ramai, tetapi sebagian besar pelanggan adalah pekerja kantoran dengan setelan jas mereka dan yang termuda di antara mereka adalah mahasiswa… [TN: Jadi, di Jepang tuh ada restoran yang sering dikunjungi orang kantoran. Dan, biasaanya kalau anak SMA atau Mahasiswa/i berada di sana terasa aneh karena tempat seperti itu gak cocok buat mereka. Lebih detailnya kalian bisa lihat satu konten di CN YT Nihongo Mantappu]

 

Jika dua anak SMA seperti kita memasuki tempat seperti itu. Bukankah itu terlihat tidak cocok untuk kita?

 

“Tidak apa-apa. Ini cuma restoran biasa. Selama kamu tidak minum alkohol, maka semuanya baik-baik saja. Ah, aku dengar mereka baru-baru ini menambahkan menu ramah keluarga juga. Tentu saja, itu sangat bersahabat bagi dompet anak SMA seperti kita.”

 

Ada banyak restoran keluarga dan makanan cepat saji di dekatnya, tetapi kebanyakan dari mereka dipenuhi orang. Mereka sebagian besar adalah anak SMA seperti kami, yang dapat dimengerti karena ini adalah akhir pekan.

 

Makan di tempat seperti itu akan menjadi salah satu hal terburuk yang bisa kita lakukan hari ini. Jadi, jika kita ingin memenuhi ‘tujuan’ kita saat ini, yaitu mengisi perut kita, makan di tempat yang tidak terlalu ramai akan lebih baik.

 

“Ah, sudah waktunya, ayo masuk.”

 

“Ya, iya, berhenti mendorongku.”

 

“Tapi, ini pertama kalinya aku datang ke sini, kau tahu?”

 

“Ini pertama kalinya bagimu?”

 

Kupikir mereka akan menolak kami karena kami masih SMA. Tapi ketika Asanagi memberi tahu mereka tentang reservasi kami, pelayan segera membawa kami ke tempat kami. Karena restorannya terlihat seperti bar, aku khawatir bau alkohol akan membuatku mabuk. Tapi, sepertinya staf telah mempertimbangkannya. Jadi, seharusnya tidak ada masalah.

 

Papan nama itu memberiku kesan bahwa tempat ini akan menjadi jenis restoran yang hanya bisa dimasuki oleh orang dewasa. Tapi kenyataannya, tempat ini lebih seperti restoran keluarga yang kebetulan menyajikan alkohol daripada Izakaya yang sebenarnya.

 

Tetap saja, aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan makan malam di restoran Kushikatsu sejak aku pergi keluar.

 

Bukannya aku tidak pernah tertarik dengan tempat seperti ini. Tapi, tempat seperti ini selalu membuatku takut. Seolah-olah tempat ini berasal dari dunia lain.

 

“Fufu… Ini adalah ruangan pribadi. Jadi, tidak perlu khawatir bertemu teman sekelas kita secara tidak sengaja.”

 

“Oi, bukan itu masalahnya ‘kan…”

 

Tempat ini masih terasa seperti tempat yang tidak boleh dikunjungi oleh anak SMA seperti kami. Tentu, mereka membiarkan kami masuk. Tapi, tetap saja aku merasa gelisah.

 

Mungkin karena aku gugup atau terlalu bersemangat, tapi aku merasa tidak nyaman.

 

“Tidak apa-apa. Anggap saja ini sebagai petualangan kecil kita. Ayo, jangan hanya duduk di sana, mari kita memesan sesuatu. Mau pesan apa?”

 

“Entahlah, ini pertama kalinya aku kesini… Eh, apakah itu buffet makan sepuasnya?”

 

“Iya …”

 

Prasmanan makan sepuasnya (termasuk minuman ringan) hanya dengan 1.500 yen, hanya pada malam hari. Harga pas untuk anak SMA sepertiku.

 

Lalu untuk memesan kita harus menggunakan… Touchpad ini di sebelah sini?

 

“Baiklah, untuk saat ini, mari kita pesan daging babi dan ham… mungkin juga bawang dan akar teratai?”

 

“Memilih opsi yang aman, ya?”

 

“Terus? Bagaimana denganmu, Asanagi? Mau pesan apa?”

 

“Sake, kurasa~.”

 

“Oh, berani juga kau ini..”

 

“Canda kok~”

 

Asanagi mulai terlihat semakin tidak seperti anak di bawah umur.

 

Untuk saat ini, kami memutuskan untuk memesan makanan dan minuman yang layak untuk anak SMA seperti kami.

 

Mungkin aku memesan terlalu banyak. Tapi aku lapar, aku yakin aku bisa menyelesaikan semuanya. Selain itu, Asanagi bisa makan lebih banyak dariku.

 

“Oke, kanpai!”

 

“Oh, kanpai!”

 

Kami bersulang menggunakan gelas Coke sebelum meminumnya.

 

Rasa dingin yang menyenangkan dari minuman ringan itu meresap kedalam tenggorokanku. Mungkin karena dingin. Tapi, rasanya tiga kali lebih enak daripada yang botol plastik.

 

Segera setelah itu, beberapa kushikatsu yang kupesan dibawa keluar.

 

Tentu saja, mereka masih panas. Sudah lama sejak aku makan makanan yang baru digoreng seperti ini. Lagipula, sebagian besar makan malam yang biasanya kumakan adalah sisa makanan.

 

“”Ittadakimasu…””

 

Aku menuangkan saus yang diletakkan di atas meja dan menggigitnya.

 

“—Yum!”

 

Tanpa sadar, kata itu keluar dari mulutku.

 

Tekstur adonan goreng yang renyah dan daging babi yang juicy, memenuhi mulutku saat aku menggigitnya. Selain itu, sausnya meningkatkan rasa, meninggalkan sensasi yang menyenangkan di mulutku.

 

Aku tidak tahu bahwa makanan yang baru digoreng bisa terasa enak ini. Dibandingkan dengan makanan yang biasa aku makan, perbedaannya seperti surga dan bumi.

 

“Huh… Jadi Maehara bisa membuat wajah seperti itu… Itu mengejutkan.”

 

“E-emang kenapa? Jangan pedulikan aku.”

 

Asanagi menatapku dan tersenyum.

 

Pipiku memanas saat aku menyadari bahwa dia telah menangkapku dalam situasi yang memalukan.

 

Aku akan sepenuhnya berada di bawah belas kasihannya hari ini, ya?

 

“Yah, kesampingkan hal itu. …Ini rasanya sangat enak, aku akan memesan empat lagi.”

 

Setelah itu, kami melanjutkan makan selama satu jam penuh tanpa memulai percakapan apapun. Dengan bangga aku dapat mengatakan bahwa kami berdua sangat menikmati makanan kami.

 


I Became Friends with the Second Cutest Girl in My Class (WN) Bahasa Indonesia

I Became Friends with the Second Cutest Girl in My Class (WN) Bahasa Indonesia

Class de 2 Banme ni Kawaii Onna no Ko to Tomodachi ni Natta, Kurasu de Nibanme ni Kawaii Onna no Ko to Tomodachi ni Natta, クラスで2番目に可愛い女の子と友だちになった
Score 9
Status: Ongoing Tipe: Author: , Artist: , Dirilis: 2020 Native Language: Japanese
Saya, Maehara Maki, seseorang yang tidak dapat membuat kenalan atau teman di sekolah menengah, akhirnya memiliki seseorang yang bisa saya nongkrong dengan di luar sekolah. Seorang gadis. Namanya Asanagi-san. Anak-anak lelaki di kelas saya memanggilnya 'gadis' kelas paling lucu 'di belakangnya. Pada hari Jumat, dia akan menolak sahabatnya, Amami, 'gadis paling lucu dalam undangan kelas hanya untuk nongkrong di rumah saya bersamaku. Bersama-sama, kami bermain game, menonton beberapa film, membaca manga sambil makan junk food seperti pizza dan hamburger, dan meninju Cola tanpa perawatan di dunia. Kepada orang lain, kita mungkin tampak ceroboh, tetapi itu adalah waktu yang berharga dan rahasia bersama untuk Asanagi-san dan saya sendiri.

Komentar

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eiii~~ , Mau ngapain~~~

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset