My Wife in The Web Game is a Popular Idol Chapter 08 Bahasa Indonesia

Now you are reading My Wife in The Web Game is a Popular Idol Bahasa Indonesia Chapter Ch.08 at Kuma Translator.

Aku dibawa ke tangga dekat atap sekolah.

Itu adalah tempat yang tidak populer dan akan sulit untuk didengar.

Aku yakin aku tidak akan diperhatikan di sini.

“Ah, ini Kazu-kun! Lama tidak bertemu, ya!” (Nana)

Menyadari aku datang, Kurumizaka-san melompat dari tangga dengan lompatan rendah.

Pada saat itu, roknya berkibar-kibar ―― Aku dengan cepat memalingkan wajahku.

“Hmm? Ada apa, Kazu-kun?” (Nana)

“T-tidak, tidak apa-apa.” (Kazuto)

“Begitukah, terima kasih sudah datang jauh-jauh, Kazu-kun!” (Nana)

Wajah Kurumizaka-san pecah dalam kebahagiaan, dan dia meraih tanganku dengan kuat.
Ini lembut…

Aku menikmati kebahagiaan dapat melakukan jabat tangan tanpa tiket ini.

“Apakah ini akhir dari peranku?”

“Yup, terima kasih Kotone-chan!” (Nana)

Seorang gadis bernama Kotone hendak pergi.

Tepat sebelum itu, dia melihat kembali ke Kurumizaka-san dan mengatakan sesuatu seperti ini.

“Ah~. Mungkin dia pria yang tulus dan baik hati.” (Kotone)

“Ya, aku tahu” (Nana)

Kurumizaka-san bereaksi seolah itu sudah jelas.

Dan juga, dia masih memegang tanganku…!

“Hm, aku mengerti.” (Koton)

Gadis itu, Kotone, memalingkan wajahnya ke arahku dan menatapku seolah dia mencoba menilaiku.
Itu tidak nyaman.

Setelah beberapa saat, Kotone tampaknya yakin akan sesuatu dan menganggukkan kepalanya dengan puas sebelum menghilang menuruni tangga.

“A-Ada apa?” (Kazuto)

“Ah. Kotone-chan berbicara dan bertindak tanpa alasan, jadi mungkin kita tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya.” (Nana)

Aku tidak begitu mengerti, tapi jika itu yang Kurumizaka-san katakan, lupakan saja.
……Pokoknya, itu saja.

“Umm, Kurumizaka-san…?” (Kazuto)

Aku melihat ke tangan ku yang masih dipegangnnya.

Rasa malu ku sebanding dengan kebahagiaan ku.

“Ah, maaf!” (Nana)

Kurumizaka-san melangkah mundur dengan rona merah di pipinya.

Aku yakin aku memiliki ekspresi yang sama di wajah ku.

“… Jadi kenapa kau mencariku, Kurumizaka-san?” (Kazuto)

“Ah, ya. Kau tahu…. Aku ingin meminta sesuatu padamu, Kazu-kun.” (Nana)

“Sebuah permintaan?” (Kazuto)

Apa itu?

Aku tidak berpikir aku, sebagai nerd game online, dapat memenuhi permintaan seorang idola.

Bagaimana jika aku diminta untuk membeli 100 CD dengan tiket handshake?

Agak binggung, aku menunggu Kurumizaka-san berbicara.

“Tolong bergaul lebih baik….. dengan Rin-chan!” (Nana)

Kurumizaka-san mengatakan itu, dan menundukkan kepalanya dengan cepat.

“Aku pikir Mizuki-san dan aku cukup cocok dalam game.” (Kazuto)

“Bukan itu maksudku. Aku ingin kalian berdua akur di kehidupan nyata, tidak hanya di game.” (Nana)

“Bahkan jika kau mengatakan itu…” (Kazuto)

Jika memungkinkan, aku ingin berbicara dengan Mizuki-san setiap hari.

Tapi itu akan menjadi ide yang buruk.

“Tentu saja, kami adalah idol, jadi jika kami dekat dengan anak laki-laki tertentu, akan ada sedikit keributan….” (Nana)

“Kurasa tidak sedikit, tapi karena itulah aku dan Mizuki-san berbicara dan memutuskan untuk tidak berbicara di sekolah.” (Kazuto)

“Begitu. Itu sebabnya Rin-chan terlihat sangat bahagia tapi juga kesepian akhir-akhir ini.” (Nana)

“…?” (Kazuto)

Terlihat bahagia namun kesepian?

Itu adalah ekspresi yang ku tidak mengerti.

“Bisakah Kazu menghampiri Rin-chan? Kurasa Rin-chan akan sangat senang dengan itu.” (Nana)

“Jika memungkinkan, aku ingin melakukan itu … tetapi jika aku terlalu akrab dengannya di depan umum, bukankah itu akan digosipkan di sekolah?” (Kazuto)

“Kalau begitu… ayo kita bergaul secara rahasia agar tidak ada yang tahu!” (Nana)

“Eeh…..” (Kazuto)

Mata Kurumizaka-san berbinar seolah itu ide yang bagus.

Aku tidak bisa menyembunyikan kebingunganku atas dorongan misteriusnya ini.

“Atau apakah Kazu-kun membenci Rin-chan?” (Nana)

“Tidak, bukan itu masalahnya….” (Kazuto)

“Tolong! Ku mohon bergaulah dengan Rin-chan!” (Nana)

Kurumizaka-san dengan putus asa bertanya padaku.

Ketika aku melihatnya seperti itu, aku memutuskan untuk mengajukan pertanyaan sederhana kepadanya.

“…..Kenapa Kurumizaka-san ingin aku dan Mizuki-san akur?” (Kazuto)

Itu akan sangat berisiko dari sudut pandang seorang idol.

Jika ada, dia akan memberiku uang dan berkata, “Jauhi Rin-chan!” , Tidak apa-apa untuk mengatakan itu?

Ini mungkin ide yang berlebihan, tapi aku pikir masalah idol dan pria harus ditangani dengan sensitivitas sebesar itu.

Apalagi di zaman sekarang ini.

“I-itu …. aku tidak bisa memberitahumu tentang itu, atau lebih tepatnya, aku tidak boleh memberitahumu …” (Nana)

Mengalihkan pandangannya dariku dengan canggung, Kurumizaka-san menyatukan jari-jarinya dan gelisah

“Apakah Mizuki-san memintamu melakukan sesuatu?” (Kazuto)

“Tidak! Rin-chan tidak bertanya apa-apa! Aku hanya melakukannya atas kemauanku sendiri!” (Nana)

“Ah, begitu…” (Kazuto)

Dia sangat menyangkalnya.

“Aku ingin, aku ingin Rin-chan lebih bahagia, karena dia telah melalui banyak masa sulit sampai sekarang…” (Nana)

“…” (Kazuto)

Dia tidak bermaksud seperti itu sebagai idol siswa.

Aku merasa dia menggunakan kata “keras” secara berbeda.

“Aku ingin Rin-chan bahagia sebagai seorang idol dan seorang gadis. Aku tidak ingin dia menyerah pada keduanya.” (Nana)

“Aku mengerti……” (Kazuto)

Aku sama sekali tidak mengerti situasinya.

Namun, aku bisa merasakan keseriusan Kurumizaka-san dengan menyakitkan tersampaikan ke hatiku.

“Bisakah kau bergaul dengan Rin-chan di kehidupan nyata juga?” (Nana)

“Yah, ya… aku juga berharap aku bisa bergaul dan mengenal Mizuki-san lebih baik daripada sekarang…” (Kazuto)

“Benarkah? Syukurlah, aku senang.” (Nana)

Kurumizaka-san menghela nafas lega.

Dia sangat peduli dengan Mizuki-san.

“Apa yang harus ku lakukan untuk bergaul dengannya?” (Kazuto)

“Umm… Pertama-tama, bagaimana kalau mengubah caramu memanggilnya?” (Nana)

“Mengubah caraku memanggilnya?” (Kazuto)

“Ya. Sebenarnya Rin-chan tidak suka kalau Kazu-kun memanggilnya dengan cara yang asing.” (Nana)

“Hah? Begitukah?” (Kazuto)

“Ya. Jadi lebih baik kau memanggilnya Rinka, Kazu-kun.” (Nana)

“Serius? Tunggu, itu sedikit…” (Kazuto)

Itu adalah rintangan yang sangat tinggi.

Seperti yang ku katakan kepada Tachibana dan Saito, aku tidak memiliki sedikit pun keberanian untuk melakukan itu.

“Apakah kau gugup?” (Nana)
“Ya,” (Kazuto)

Bagaimana tidak?

Memikirkannya saja sudah membuat jantungku berdebar.

“Sabtu depan adalah kesempatan bagus. aku pikir kau harus mulai dengan memanggilnya dengan nama yang diberikan dalam permainan, dan kemudian kau bisa terbiasa dengan itu di kehidupan nyata.” (Nana)

“Aku ingin tahu apakah aku bisa terbiasa ……?” (Kazuto)

Ada perbedaan besar antara memanggilnya “Rin” dan “Rinka” .

Signifikansinya berubah.

“Aku akan mengikutimu secara implisit, jadi lakukan yang terbaik untuk memanggil Rin-chan dengan namanya, okay!” (Nana)

“……Baik.” (Kazuto)

Aku mengangguk setuju dengan nada agak kuat dari Kurumizaka-san.

Sikapnya ini entah bagaimana mirip dengan Mizuki-san.

“Terima kasih Kazu-kun! kau yang terbaik!” (Nana)

“…Kurumizaka-san, lebih keras dari yang kukira, ya…” (Kazuto)

Apa yang dia minta untuk ku lakukan adalah menjadi teman dekat dan nyata Mizuki-san.

Kami memiliki hobi game online yang sama, jadi aku ingin percaya bahwa itu tidak terlalu sulit.

“Itulah sebabnya Kazu-kun. Silakan bertukar kontak denganku.” (Nana)

“Ee, tidak apa-apa?” (Kazuto)

“Tentu saja! Ini untuk menyatukan Rin-chan dan Kazu-kun――――tidak, kita perlu mendiskusikan strategi agar kalian berdua bisa akur, kan? Jadi ada baiknya untuk mengetahui kontak satu sama lain dan itu juga lebih nyaman. Tentu saja, Kita tidak bisa membiarkan Rin-chan tahu tentang ini.” (Nana)

“Yah, kurasa begitu…” (Kazuto)

Jika Mizuki-san mengetahui tentang pertemuan rahasia ini, dia pasti akan marah.

Jadi itu perlu dirahasiakan untuk melindungi posisi Kurumizaka-san.

“Haruskah kita segera menukarnya?” (Nana)

Aku mengeluarkan ponselku seperti yang dia minta.

Kami selesai bertukar kontak tanpa masalah.

“Oke, semuanya selesai!” (Nana)

Dengan ini, kontak dua idol populer telah terdaftar di smartphone ku.

……Smartphone ini mungkin yang paling berharga di dunia.

“Misi persahabatan baik Rin-chan dan Kazu-kun, dimulai!” (Nana)

“…O-ooh!?” (Kazuto)

Aku ingin tahu apa ini.

Rasanya seperti ada parit di sekitarnya, dan parit itu sudah terisi.

Sebelum aku bisa memikirkan hal lain, aku merasa seperti Kurumizaka-san memaksaku untuk melanjutkan.

Tapi, jika aku bisa mengenal Mizuki-san lebih baik daripada sekarang, aku akan senang.

Masalahnya adalah jika publik mengetahui hal ini ……

Untungnya, kami memiliki dunia bersama yang terpisah dari dunia nyata.

Aku yakin itu akan baik-baik saja selama aku tidak mengacaukannya terlalu parah.

»«

Pada malam hari.

Mizuki-san menelepon ku ketika aku sedang online di rumah.

“…?” (Kazuto)

Sambil berpikir bahwa dia jarang menelepon ku, aku berhenti menambang dan mengambil ponsel ku.

“Halo.” (Kazuto)

“Halo, Kazuto-kun, ya? Maaf menelpon mu tiba-tiba.” (Rinka)

“Tidak, jangan pedulikan itu.” (Kazuto)

Selain suara Mizuki-san, aku bisa mendengar suara sekelompok gadis yang sibuk berbicara di smartphone-ku.

Kualitas suaranya seperti idol.

Apakah Mizuki-san karna ada sesuatu ?

“Istirahat hampir selesai, jadi aku tidak bisa bicara terlalu lama, tapi… ada satu hal yang ingin kutanyakan pada Kazuto-kun.” (Rinka)

“Apa itu?” (Kazuto)

Aku menjawab tanpa berpikir dalam-dalam.

……Dan itu ternyata sebuah kesalahan.

Mizuki-san mengajukan pertanyaan dengan nada dingin, berbeda dari biasanya.

“――――Apa yang kau lakukan dengan wanita itu selama istirahat makan siang hari ini?” (Rinka) ( PTW/N: Yandere vibe ga KITTTAAAAAA~)

Comments

3 responses to “My Wife in The Web Game is a Popular Idol Chapter 08 Bahasa Indonesia”

  1. OwO/ Wah boleh ni FL nya ada yandere” :3

  2. Koyuki husband says:

    Yandere mode on

  3. Tukang Bakso Bawa HT says:

    Mantap, Ada Yandere

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *